4.8.09

VCD & Buku Karya Terbaru Insan LS Mokoginta

.






















1. 10 Alasan Menjadi Pengikut Yesus yang Setia Harus Masuk Islam
2. Debat Al Qur’an vs Bible via SMS
3. Mustahil Kristen Bisa Menjawab
4. Kontroversi Hari Sabat
5. Silsilah Muhammad vs Yesus
6. Debat Muallaf vs Murtadin via SMS
7. Mana yang Porno Al Qur’an atau Alkitab
8. 13 Alasan Mencintai Yesus Harus Masuk Islam
9. Mana yang Bisa Dipercaya Alkitab atau Al Qur’an
10. Bagaimana Berdakwah dengan Kristologi
11. Akhirnya Sekeluarga itu Memeluk Islam
12. Akhirnya Sekeluarga itu Memeluk Islam (Color)
13. Sekeluarga itu Akhirnya Masuk Islam
14. Finally That Family Converted to Islam
15. VCD Debat Pengaruh Paulus dalam Alkitab
16. VCD Debat Konsep Keselamatan Menurut Alkitab
17. VCD Debat Muallaf vs Murtadin
18. VCD Mana yang Benar Islam atau Kristen
19. VCD Dialog Masalah Ketuhanan Yesus

Pemesanan, hubungi:
0815 8787 627
0852 8020 4472
0852 8398 4558
0817 6949 005
021 6831 1663

Harga buku berkisar Rp10.000 – 40.000 (Agustus 2009)







Dari YouTuberuth:
Sebuah Debat yang diikuti oleh Insan L.S. Mokoginta...
"Siapakah Yesus... Tuhan atau Nabi?"


Yang lainnya di YouTuberuth...

3G (Gold, Glory, & Gospel)

Klik di Gambar untuk memperbesar!

Diposting hanya untuk Referensi...

3.8.09

Benarkah semua agama itu sama?


Tidak! Yang baik banyak, tetapi yang benar hanya satu.


Ajaran keTUHANan merupakan ajaran yang pokok dari setiap agama. Apabila ajaran keTuhanannya salah, maka gugurlah semua amal kebaktian kita, hilang dan sia-sialah semua pengabdian kita, karena salah sasaran dalam berbakti kepada Tuhan yang sebenar-benar TUHAN.

Justru, pada Hari Akhir nanti kita akan dikutuk dan dituntut Tuhan, pencipta dan yang menjadikan kita, andaikata kita salah dalam memilih ALLAH kepada siapa kita serahkan jiwa-raga kita.

Dari hasil studi penulis, ternyata banyak sekali ajaran-ajaran keTuhanan yang bersamaan antara AL-KITAB dan AL-QUR'AN. Tetapi kemudian, banyak pula ajaran-ajaran yang jauh berbeda. Penulis merasa tidak pada tempatnya untuk menyatakan mana yang benar dan mana yang salah. Kami silahkan pembaca untuk menelaah kembali, merenungkan, dan mengambil kesimpulan sendiri dengan bebas merdeka.

Masalah keTuhanan ini merupakan masalah yang penting sekali bagi hidup anda, bagi hidup kita. Andaikata ajaran KETUHANAN anda kebetulan difihak yang salah, marilah, waktunya belum terlambat untuk anda memperbaiki diri.

Baca lebih lanjut... klik di sini! (Download)

1.8.09

Sembako vs Kebenaran

 
-vs-

Murtadin versus Mualaf?

Secara rasional, Islam itu dapat diterima. Tidak heran bila kita menemukan di dunia Barat, para mualaf adalah orang-orang yang berpendidikan, cerdas, kritis dan memiliki rasa keingintahuan yang tinggi. Sebagian dari mereka benar-benar mengkaji dengan penuh ketekunan; melakukan studi komparasi agama-agama dan akhirnya menemukan Islam sebagai agama yang mereka cari selama ini.

Kebalikannya, mereka yang murtad dari agama Allah, bukan didasari oleh pemahaman yang baik tentang agama yang mereka anut sebelumnya dan agama yang mereka anut setelahnya. Sehingga argumentasi kemurtadan mereka sangat mudah dibantah terutama oleh kalangan orang-orang berilmu. Sebagian dari mereka juga murtad karena iming-iming materi; sekedar mendapatkan mie instan dan roti atau mendapatkan uang bulanan. Banyak kasus pemurtadan ternyata terjadi di pedesaan atau daerah-daerah yang berpenduduk miskin secara ekonomi. Di sisi lain, mereka juga miskin secara akidah sehingga mudah sekali untuk dibelokkan atau dicuci otaknya.

Kasus pemurtadan yang paling mencolok adalah saat terjadi bencana alam. Saat itu banyak orang menjadi goyah keyakinannya. Apalagi setelah ditinggal orang yang dikasihinya. Ini merupakan pukulan yang menyakitkan baginya. Kemudian datanglah orang-orang yang berusaha mengisi kekosongan itu. Orang yang sedang galau itu sangat mudah dipengaruhi, apalagi dengan pendekatan persuasif. Lama kelamaan secara tidak sadar orang seperti ini akan tercuci otaknya. Sebelumnya membenci jadi mencintai, dan yang sebelumnya dicintai menjadi yang dibenci.

Terlihat sangat jelas, para mualaf dan para murtadin berbeda 180 derajat bagaimana mereka masuk agama baru mereka. Semakin jelas kebenaran Islam dan kesalahan agama-agama selainnya. Kenyataan seperti ini mudah-mudahan semakin membuat kita berpegang teguh pada syariat Islam. Mari kita memohon kepada Allah agar kita, istri atau suami kita, dan anak cucu kita wafat dalam keadaan muslim.

Abu Farras Mujahid 

25.7.09

Injil Syari'atkan Wanita Berkerudung

Hj. Irene Handono
Pakar Kristologi, Pendiri Irene Center
Media Umat, edisi 15


Islam adalah agama yg menjunjung tinggi harkat kaum wanita sehingga dalam ajaran Islam terdapat hukum-hukum yg dikhususkan bagi kaum wanita. Salah satu diantaranya adalah aturan dalam berbusana. Syariat Islam telah memberikan batasan-batasan yg boleh & yg tidak boleh terlihat dari seorang wanita.

Berapa banyak kerusakan yg telah terjadi akibat keluarnya wanita dengan bebas & mempertontonkan aurat mereka, sebutlah perzinaan, pelecehan seksual, perkosaan, tersebarnya vcd porno & sederet kerusakan moral lainnya. Bahkan menurut hasil riset yg telah dilakukan selama 30tahun oleh para peneliti Amerika ditemukan bahwa gaya berpakaian & penampilan seksi kaum wanita berbanding lurus dengan tingkat impotensi kaum pria.

Di negara-negara yg perempuannya bebas mengenakan pakaian yg mengumbar aurat, jumlah penderita impotensinya lebih tinggi dari negara-negara yg melarang perempuan mengumbar betisnya. Hal ini terjadi karena pria mudah sekali terangsang dengan rangsangan visual namun tidak semua pria dapat menyalurkan libidonya yg memuncak itu.Akibatnya dalam jangka waktu tertentu secara psikologis akan terjadi imunitas terhadap rangsangan serupa itu. Hal ini juga menjelaskan berbagai fenomena lain seperti, banyaknya terjadi penyimpangan seksual serta tingginya tingkat prostitusi. Baca juga ini! atau download ini!

Perintah Menutup Aurat
Menutup aurat ternyatabukan hapya di Islam. Dalam Kristen, masuk ke gereja tanpa menutup aurat adalah suatu penghinaan terhadap gereja. Wanita yg ingin melakukan kebaktian di gereja diajarkan oleh Bibel agar mengenakan penutup kepala seperti yg dikenakan para biarawati. Jika wanita itu tidak mau, hendaknya ia mencukur rambutnya layaknya Biksuni dalam agama Buddha. Dalam agama Hindu yg juga berasal dari India, para wanita juga seharusnya mengenakan kerudung seperti wanita-wanita India dengan pakaian yg panjang.

/ Korintus 11:5
Tetapi tiap-tiap perempuan yg berdoa atau bernubuat dengan kepala yg tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yg dicukur rambutnya.

/ Korintus 11:13
Pertimbangkanlah sendiri: Patutkah perempuan berdoa kepada Allah dengan kepala yg tidak bertudung?

Sungguh disayangkan, ajakan mulia untuk menuju peradaban tirrggi ini malah disalah pahami sebagian pihak. Mereka berkata bahwa ajakan menutup aurat dapat menyinggung penganut agama lain. Inilah suara pihak-pihak sekuler yg hanya mementingkan
keuntungan duniawi semata dengan berlindung dibalik adat & agama di luar Islam mencoba untuk membusukkan ajakan mulia ini. Padahal yg benar, ajakan menutup aurat dapat mematikan usaha kotor mereka, Agama mana yg tersinggung dengan ajakan menutup aurat? Tidak ada. Jika di Barat Biarawati boleh mengenakan semacam jilbab, mengapa Muslimah tidak?

Baca juga:

Bibel Mengatakan: Babi Haram!

Oleh: Hj Irena Handono
Pakar Kristologi, Pendiri Irena Center, Pimpinan Umum Gerakan Muslimat Indonesia


Akhir-akhir ini media masa cetak maupun elektronik dihebohkan dengan berita tentang wabah flu babi. Tak hanya di Indonesia, tapi perbincangan hingga berlanjut pada pengambilan langkah preventif telah dilakukan di berbagai negara.

Perilaku babi
Menarik ketika seorang Imam menjelaskan kepada beberapa orang Barat yang bertanya tentang kenapa Muslim tidak mengonsumsi babi. Bagi muslim, babi adalah haram, bukan karena penyebab dari penggunaan babi dan segala unsurnya, namun hal yang terpenting karena memang Allah SWT telah mengharamkan babi bagi manusia.

"Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yangjatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya,dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala." QS Al Maidah [5]: 3.

Adapun temuan berikutnya yang mengatakan bahwa ternyata babi berefek buruk ini dan itu, maka hal tersebut adalah hikmah dari pelarangan Allah. Bukan alasan bagi pelarangan-Nya.

Kemudian sang Imam ini menunjukkan pada orang-arang Barat tersebut dengan membandingkan perilaku babi dan ayam. Ketika dua ekor ayam jantan dan satu betina dilepas, dua ayam jantan itu akan bertarung hingga salah satu tewas untuk memperebutkan sang betina. Namun apa yang terjadi ketika dua ekor babi jantan dan satu betina diiepas? Ternyata babi jantan yang satu membantu jantan yang lain untuk melaksanakan hajat seksualnya pada si betina. Dan sang Imam pun berkata, "Inilah! Daging babi itu sesungguhnya membunuh 'ghiroh' orang yang memakannya dan ini terjadi pada kaum kalian."

Mengapa Kristen makan daging babi?
Sesungguhnya pelarangan Allah atas babi ini tidak terjadi pada masa Nabi Muhammad SAW saja, namun pelarangan atas pengkonsumsian babi sudah terjadi sejak dahulu kala. Yang masih terekam adalah pada syariat yang dibawa semasa Nabi Musa, dalam Imamat 11:7-8 yang berbunyi "Jangan makan babi. Binatang itu haram, karena walaupun kukunya terbelah, ia tidak memamah biak. Dagingnya tak boleh dimakan dan bangkainya pun tak boleh disentuh karena binatang itu haram." Larangan serupa juga tercantum di kitab Ulangan 14:8, Yesaya 65:2-4 dan Yesaya 66:17. Dan semua larangan ini masih jelas tertulis dalam kitab 'suci' umat Kristen yang disebut Bibel.

Mengapa Kristen justru memakan daging babi? Pertama, mungkin mereka tidak banyak tahu tentang kitab mereka. Kedua, ayat-ayat Bibel yang dikarang oleh Paulus yang menyatakan bahwa segala makanan adalah suci (Roma 14:20), juga pernyataan yang menyatakan bahwa Yesus telah meniadakan hukumTaurat (Efesus 2:14-15) yang termasuk di dalamnya keharaman daging babi.

Padahal kenyataannya, Yesus sendiri tidak pernah mengatakan demikian. Bahkan di dalam Matius 5:17-20, Yesus dengan tegas menyatakan bahwa dirinya tidak pernah sedikitpun menghapuskan hukum yang telah ditetapkan di dalam Taurat (Perjanjian Lama). Di lain ayat juga dinyatakan dengan jelas bahwa pengikut Yesus yang setia tetap menjaga diri dari makanan haram dan najis (Kisah Para Rasul 10:14).

Perlu juga diketahui bahwa Paulus adalah bukan termasuk dari 12 murid Yesus dan bahkan tidak pernah bertemu dengan Yesus dalam hidupnya. Lalu bagaimana mungkin ia membatalkan apa yang jelas-jelas diperintahkan/dilarang oleh Yesus?

Dan jika alasan pembolehan daging babi oleh umat Kristiani didasarkan atas kata-kata Yesus di dalam Matius 15:11 yang berbunyi "Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang." Maka ayat inipun secara konteks tidak ada kaitan dengan kebolehan memakan daging babi. Ayat ini merupakan penjelasan Yesus yang mengecam perilaku munafik bangsa Yahudi yang mengabaikan ajaran utama Taurat sementara justru mempertahankan adat-istiadat nenek moyang mereka.[]

Dari Tabloid Media Umat Edisi 13

Baca juga:

24.7.09

Mengaku Sarjana Islam, Pendeta Terbongkar Kedoknya

Di kalangan Kristen, Pendeta Samuel Hermawan dikenal sebagai ahli islamologi mantan Muslim. Namanya mulai naik daun ketika Samuel menuliskan pengalaman rohaninya mengapa ia beralih meninggalkan Islam dan kini menjadi pendeta. Dalam testimoni berjudul “Yesus adalah Tuhan dan Raja”, Samuel menuliskan sbb: “Saya dulunya dari muslim tamatan sebuah pesantren dan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Bandung. Saya ingin memberikan kekuatan untuk para sahabat sekalian orang-orang Kristen bahwa apa yang kalian sembah itu adalah benar-benar Tuhan dan Juruselamat. Yesus adalah Tuhan dan Raja sesuai yang tercantum dalam Al Quran, Hadist dan Injil.”

Dalam sebuah dialog Islam dan Kristen, dusta Pendeta Samuel terbongkar. Ternyata dia bukan mantan muslim, terbukti karena ia tidak bisa baca-tulis Al-Qur’an. Pengakuannya sebagai ahli islamologi lulusan pesantren dan Sarjana Islam lulusan STAIN Bandung, adalah kebohongan besar untuk memuluskan Kristenisasi.

Bermula ketika Indarwati, bukan nama sebenarnya, yang mempengaruhi kakak kandung, orang tua dan pamannya untuk masuk Kristen.

Empat tahun yang lalu, Indarwati menikah secara Islam dengan seorang pemuda. Seluruh keluarga Indar merestui pernikahan itu, karena beranggapan, sang mempelai pria itu adalah seorang Muslim yang taat beragama.

Belakangan, setelah Indar dikaruniai seorang anak, keluarganya baru tahu kalau suami Indar adalah seorang pendeta. Namun ia tidak mengaku pura-pura Muslim ketika menikah. Kilahnya, kekristenan itu ia terima setelah pernikahan. Kini, Indar sudah berganti iman menjadi aktivis gereja, mengikuti jejak suaminya. Bahkan seorang adiknya berhasil ditarik menjadi seorang Kristen.

Ketika Indar mempengaruhi Eddy, pamannya, untuk masuk Kristen, terjadilah percekcokan ringan. Eddy paman adalah mantan aktivis PII (Pelajar Islam Indonesia).

“Kamu ini, kok bisa-bisanya masuk Kristen dan ngajak-ngajak keluarga untuk masuk Kristen?” tanya sang paman.

“Ya.. karena sekarang saya tahu kalau Kristen itu jauh lebih baik dari Islam, paman,” jawab Indra santai.

“Siapa sebenarnya yang mempengaruhimu kok sekarang jadi seperti ini?” tanya sang paman lagi.

“Saya tidak dipengaruhi siapa-siapa, paman. Tuhan Yesus sendiri yang memanggil saya. Sekarang saya tahu bahwa Kristen itu kasih dan menyelamatkan,” terang Indra.

“Apa buktinya kalau Kristen itu menyelamatkan dan lebih baik dari Islam?” selidik sang paman.

“Saya tidak bisa menjelaskan secara detil, paman. Kalau Paman ingin tahu jawabannya, nanti saya panggil pendeta saya. Pendeta Samuel Hermawan adalah ahli islamologi, lulusan pesantren dan STAIN Bandung . Paman bisa bertanya sepuasnya tentang kekristenan kepada pak pendeta,” jawab Indra. Maka disepakatilah pertemuan dialog agama di rumah sang paman.

Ahad malam, 15 November 2009, di Bintaro diadakan pertemuan sederhana. Tapi sang paman tidak mau menghadapi sendiri. Karena penasaran, kok ada lulusan pesantren dan sarjana Islam yang bisa pindah iman, maka ia mengundang sanak saudara dan para tetangga. Tidak lupa, ia mengundang Insan Mokoginta Wenceslaus, ustadz yang mantan Kristen.

Pendeta Samuel Hermawan datang tidak sendirian, Ia ditemani beberapa pendeta, pekerja gereja dan beberapa jemaat setianya. Dengan dandanan yang klemis dengan baju batik coklat yang dikenakannya, ia tampil sangat percaya diri. Seluruh materi islamologi yang akan dipresentasikan sudah disiapkan dalam laptop dan Infocus, lengkap dengan seorang wanita operatornya.

Dialog dimulai pukul 8 malam, disaksikan lima puluhan pendengar dari kalangan Islam dan Kristen.

Setelah memperkenalkan diri, Samuel mulai menerangkan ketuhanan Yesus berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an. Puluhan ayat Al-Qur’an ditampilkan di layar infocus. Insan yang sudah tidak asing dengan makalah itu menyela, “Maaf Pak Pendeta, paparan yang anda tampilkan itu sebenarnya bukan pemikiran anda. Anda hanya mengutip brosur Kristen “Rahasia Jalan ke Surga” yang memakai nama penerbit palsu Dakwah Ukhuwah. Saya sudah menjawabnya dalam buku “Muallaf Membimbing Pendeta ke Surga” tahun 1999.

Meski tak bisa membantah bahwa presentasi makalahnya sama persis dengan brosur Dakwah Ukhuwah, Samuel keukeuh menyangkalnya, dan terus melanjutkan ceramah.

“Yesus alias Nabi Isa adalah Tuhan yang menjelma menjadi manusia. Al-Qur’an sendiri mengakui bahwa Yesus bisa menyembuhkan orang buta sejak lahir. Bahkan Yesus bisa menghidupkan orang yang sudah mati. Mari kita renungkan.

Selain Tuhan, siapa yang bisa memberi nyawa kepada orang mati Karena Yesus bisa menghidupkan orang mati, maka dia adalah Tuhan,” jelasnya.

Insan membantah, “Saya tahu, ayat Al-Qur’an yang anda maksudkan adalah surat Ali Imran 49 dan Al-Ma’idah 110. Tapi ayat ini jangan dibaca sepotong saja. Bila dibaca secara utuh, seluruh mukjizat Nabi Isa itu selalu diiringi dengan kalimat ‘bi-idznillah’ yang artinya dengan seizin Allah.

Jadi, seluruh mukjizat itu bukan karena kehebatan Nabi Isa, tapi karena izin dan pemberian Allah. Karenanya, yang menyembuhkan dan menghidupkan itu bukan Nabi Isa, melainkan Allah SWT,” katanya.

Samuel tak dapat membantah argumen ini, lalu beralih ke pembicaraan lain.

Ia menyatakan bahwa menurut Injil Lukas, tidak semua perbuatan Yesus ditulis dalam Injil. Karena tidak ada kitab yang bisa memuat seluruh ajaran Yesus.

“Tolong Pak Pendeta baca, Injil Lukas yang anda maksud tersebut!” tanya Insan menimpali.

“Wah, saya tidak hafal ayatnya, Pak,” jawabnya singkat.

“Tolong pendeta yang lain atau jemaat membaca Injil Lukas yang dimaksud,” tanya Insan kepada jemaat Kristen.

Karena tak mendapat jawaban apapun dari pihak Kristen, maka Insan menjawab pertanyaannya sendiri.

“Sebetulnya, ayat yang dimaksudkan Pendeta Samuel itu bukan Injil Lukas, tapi Injil Yohanes 25:21. Kalau tidak percaya silakan baca ayat tersebut,”

Insan mempersilakan. Jemaat pun membaca ayat yang dimaksud, ternyata betul.

Mereka semakin gusar.

Ternyata Sarjana Islam Gadungan...

Ketika ingin membuktikan ketuhanan Yesus sebagai orang yang tahu hari kiamat, Samuel mengutip terjemahan Al-Qur’an surat Luqman ayat 34: “Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat.”

Penasaran dengan banyaknya kutipan ayat yang hanya dibaca terjemahannya saja, Insan minta Samuel untuk membaca nas Arabnya.

Nyalinya runtuh ketika dites membaca nas Arab Al-Qur'an. Ternyata Pendeta itu bukan lulusan pesantren karena tidak tahu baca-tulis huruf Arab...

“Pak Pendeta, dari tadi anda hanya membaca terjemahan ayat tanpa membaca nas Arabnya. Anda kan ngaku lulusan pesantren dan sarjana Islam, tolong baca nas Arabnya!” pintanya.

Tak disangka, permintaan Insan ini meruntuhkan nyali sang pendeta. Beberapa menit ia hanya memandangi presentasi di layar infocus. Mulutnya terkatup, sesekali ia memandangi jemaatnya, dan sesekali menundukkan wajahnya yang mulai memucat.

Jemaat dan para pendeta yang hadir pun nampak gusar, malu dan salah tingkah di hadapan puluhan hadirin Muslim. Pendeta Samuel Hermawan yang selama ini mereka elu-elukan sebagai ahli islamologi, lulusan pesantren dan sarjana Muslim, ternyata tak lebih pintar dari siswa TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur’an). Sementara hadirin dari pihak Islam sebagian tertawa, sebagian geleng-geleng dan sebagian bertepuk tangan. Mereka terheran-heran terhadap Samuel Hermawan yang ditokohkan dan dihormati di gereja, padahal mereka selama ini dicekoki dengan kesaksian dusta.

“Pak Samuel ini aneh sekali. Bagaimana bisa jadi pendeta dan mengaku ahli islamomogi? Padahal anda tidak menguasai Bibel dan tidak paham Al-Qur’an?


Mana mungkin anda bisa memahami dan menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an untuk kepentingan kristenisasi, padahal anda tidak mengerti baca-tulis Al-Qur’an?

Tolong anda beragama yang jujur saja, jangan menipu jemaat” kata Insan menasihati.

Situasi dialog jadi tidak imbang, Insan yang jauh di atas angin, seperti dosen menceramahi anak SD. Tepat pukul 10 malam acara diakhiri, tuan rumah mempersilakan seluruh hadirin untuk menikmati makan malam yang sudah disediakan secara mewah. Terlanjur malu, Pendeta Samuel dan seorang pendeta lainnya buru-buru pamitan pulang meninggalkan para jemaatnya yang sudah membaur bersama hadirin lainnya di meja hidangan.

Seorang peserta yang sangat kecewa terhadap Pendeta Samuel berkomentar, “Katanya lulusan pesantren dan sarjana Islam, gak tahunya seperti ayam sayur,” kata pria berusia 60 tahun yang datang jauh-jauh dari Depok, Jawa Barat. Ternyata Pendeta Samuel adalah "Drs" alias durung rampung sekolah, toh. [Warmu Hibban]

23.7.09

Simon Nicholas Valenteyn

Menangis Mendengar Adzan
Inginnya mencari kelemahan Islam, justru hidayah yang datang...

Aku lahir 61 tahun yang lalu dari pasangan Yoseph dan Ruht Karatem di Ambon, Maluku. Ayahku seorang penganut Katolik yang kemudian menikah dengan wanita Protestan. Karena ayah masuk dalam komunitas ibu, dia ikut menjadi penganut Protestan.

Keluarga besarku sangat dekat dengan rutinitas keagamaan. Setiap minggu, kami mengikuti kebaktian di gereja. Aku selalu menyimak pesan-pesan pendeta, yang satu di antaranya adalah pamanku.

Sejak SD hingga SMA aku sekolah di sekolah Katolik di Ambon. Meskipun demikian aku tetap menganut keyakinan keluargaku yakni Protestan. Pada 1969, aku memutuskan pindah dan tinggal bersama paman di Semarang untuk kuliah.

Pergaulanku dengan teman-teman di kampus dan di tempat kost lambat laun mengubah persepsiku tentang agama Kristen yang sebelumnya ku anut. Ada semacam kejanggalan yang aku rasakan dalam rutinitas beragamaku. Namun aku tidak bisa memahami secara pasti apa yang bergejolak di dalam hati ini.

Hatiku Berontak
Singkat cerita, setelah bekerja di Jakarta aku menikah dengan Lusia, gadis Katolik. Kami pun tinggal di Bekasi. Setelah memiliki beberapa anak dan mulai besar-besar aku pun turut memeluk Katolik. Sederhana saja sebenarnya, agar anakku tidak memprotesku terus, "Mengapa yang lain Katolik, Papa kok Protestan?" Aku pun menjadi pengurus wilayah gereja Santa Ana sementara istriku pengurus wanita Katolik di Bintara Jaya, Bekasi, Jawa Barat.

Sejak saat itu akupun mulai resah dengan keyakinan trinitasku. Bagaimana rasionalitasnya Tuhan itu tiga dalam satu, satu dalam tiga? Setiap Romo –sebutan Pastur/pemuka agama Kristen Katolik- yang kutanya tidak satupun yang dapat memberikan jawaban yang membuat batinku puas menerima.

Seumur hidupku baru sekali mengikuti ibadah pengakuan dosa kepada Romo. Itupun terpaksa karena mengikuti Ekaristi (Misa Kudus, salah satu ritual dalam Katolik) pada tahun 1996.

Hati kecilku berontak. Mengapa aku harus mengaku dosa kepada sesama manusia? Toh Romo juga manusia biasa seperti aku, apalagi aku tahu kehidupan sehari-hari si Romo tersebut yang tidak luput dari salah dan dosa. Sehingga aku jadi semakin ragu dengan agama Kristen. Aku pun jadi ogah-ogahan ke gereja dan tidak lagi memakai tanda salib saat berdoa sebelum makan bersama istri dan anak-anak di rumah. Anak-anak mempertanyakan hal itu tetapi aku tidak menjawabnya secara gamblang.

Beiajar Islam
Ketika ada konflik Islam-Kristen di Ambon pada 1998-1999, semangat kekristenanku bangkit kembali. Aku mulai tertarik mencari kelemahan Islam. Karena dari kelemahan itulah aku bemiat untuk menyerang Islam.

Di rumah sepulang bekerja dan setiap ada kesempatan, aku mulai membeli buku-buku Islam untuk dicari-cari kelemahannya. Tapi mengapa yang dikafani, disunat itu malah orang Islam bukan orang Kristen. Di Alkitab disebutkan Tuhan Yesus mati dan dikafani pakai kain kafan. Terbukti dengan disimpannya kain kafan bekas wajah Yesus di gereja Turini, Italia. Disamping itu Tuhan Yesus pun disunat pada umur 8 hari.

Timbul pertanyaan dibenakku, lantas yang mana yang meneruskan ajaran Yesus itu? Orang Islam atau orang Kristen. Satu lagi yang mencengangkanku, ternyata Islam menjawab kegundahanku, yakni dalam terjemahan Al Quran disebutkan Allah itu satu, tidak beranak dan diperanakan. “Nah, ini baru benar!” ujarku dalam hati. Namun aku tetap beraktivitas layaknya orang Kristen yang terombang-ambing dalam kebimbangan.

Selang satu tahun kemudian, rupanya hidayah Allah mulai menghampiriku. Setiap kali pulang kerja dari kantor di Sunter Jakarta Utara menuju rumahku, aku terkesima mendengar alunan suara adzan Maghrib yang menggema di sepanjang jalan.

Awalnya hatiku terasa tenang dan teduh. Lambat laun, suara itu memberiku keindahan rasa yang tidak bisa aku gambarkan dengan kata-kata. Bahkan beberapa kali aku sempat menangis mendengar lantunan berbahasa Arab yang tidak aku pahami maknanya. Merasa ada yang kosong dalam jiwa.Tapi waktu itu, aku belum berani mengungkapkan pengalaman ruhani yang dasyat ini kepada siapapun.

Di hari libur kebiasaan ini pun berlanjut. Sempat ketika kami sekeluarga jalan-jalan, anak-anak marah kalau melihatku seperti itu ketika mendengar azan Maghrib. "Mengapa Papa begitu?" tanyanya. Kujawab, "Ya tidak apa-apa toh!" Kemudian aku biasa lagi agar mereka tidak ribut.

Tidak puas dengan buku-buku, akupun mempelajari Islam lewat internet. Pada suatu pagi di awal 2004, seperti pagi-pagi sebelumnya aku berdoa kepada Yesus di salah satu sudut rumah. Namun kali ini kegelisahanku memuncak.

Tanpa sadar waktu itu aku menghadap ke arah kiblat. Selesai berdoa, suatu keajaiban terjadi. Aku melihat bangunan Ka’bah persis di hadapanku. Bangunan hitam persegi empat benar-benar nyata, seakan aku berada di Masjidil Haram. Aku betul-betul takjub. Aku merasa saat itu sedang bermimpi, tapi terasa nyata.

Peristiwa itu semakin memperbesar motivasiku untuk mendalami Islam. Aku mulai membicarakannya dengan beberapa teman dekat yang beragama Islam. Masih penasaran, aku pun ingin mengetahui Islam dari pemuka-pemuka Islam, yang dulunya Kristen. Mengapa aku cari Ustadz yang mualaf? Karena aku yakin mereka akan lebih mengerti aku daripada ulama yang sejak lahir beragama Islam.

Teman Muslimku itu pun menganjurkan agar aku bertandang ke yayasan AMA, sebuah lembaga khusus menaungi para mualaf. Dari yayasan itu aku dipertemukan dengan Dr. Bambang Sukamto yang memperkenalkan aku dengan dua orang ustadz yaitu Ustadz Insan Mokoginta dari Depok dan Ustadz Wahid Laziman (William Brodus) dari Yogyakarta. Dari keduanya aku banyak berdiskusi dan belajar tentang Islam.

Diskusi ini lebih difokuskan pada bedah bible dan Alquran. Satu persatu keganjilan ajaran Kristen terungkap di hadapanku. Selain diskusi secara rutin, akupun banyak membaca buku-buku tentang islamologi dan kristologi. Dari situ aku mulai mengkritisi posisi Paulus pimpinan tertinggi umat Kristen Katolik.

Dalam Alkitab Perjanjian Baru yang berisi perkataan Yesus (yang dalam Islam disebut sebagai Nabi Isa Al Masih alaihissalam) dan murid-muridnya, tidak ada satupun yang menyebutkan posisi Paulus. Paulus bukanlah siapa-siapa. Dia hanya belajar dari salah seorang sahabat Nabi Isa dan tidak pernah bertemu langsung dengannya. Akhirnya aku berkesimpulan bahwa ajaran Kristen yang sekarang adalah ajaran yang dibuat Paulus. Perayaan Natal 25 Desember misalnya, sebenarnya diadopsi dari perayaan Dewa Matahari. Bukan perayaan kelahiran Yesus.

Setelah meyakini kebohongan dalam Kristen, aku mulai memantapkan hati untuk menganut ajaran Islam. Aku mulai belajar shalat, bacaan Al Fatihah aku hafalkan ketika menyetir mobil, tulisan latin Al Fatihah itu aku sengaja taruh di ponsel agar keluarga dan teman-temanku tidak mencurigai kecenderungan hatiku untuk masuk Islam. Tapi saat itu, aku belum shalat karena belum masuk Islam.

Aku senang sekali kalau Maghrib sudah sampai di rumah dan sendirian di depan televisi. Suaranya kumatikan, agar tidak terdengar istri atau anakku.Sengaja aku lihat gerakan orang wudhu pada tayangan adzan maghrib di televisi. Karena aku mulai tertarik untuk belajar Islam, belajar shalat dan wudhu.

Hingga akhirnya pada 16 Januari 2005, aku memutuskan untuk masuk Islam dengan mengucap dua kalimat syahadat disaksikan oleh Dr. Bambang Sukamto dan rekan-rekan Yayasan AMA di Masjid Namirah, Tebet, Jakarta Selatan. [] Seperti yang disampaikan ybs kepada joko prasetyo [Majalah MU]

Klik di sini untuk baca-baca..!

22.7.09

Kristen Tidak Toleran?


Hj Irene Handono,

Mantan Biarawati

Kristenisasi tak pernah padam. Berbagai cara dilakukan untuk menggerogoti akidah umat Islam dan membuatnya murtad. Kaum Kristen yang mendapat dukungan Barat berusaha agar umat Islam tidak lagi terikat dengan agamanya. Mereka ingin agar seluruh dunia menjadi Kristen. Bagaimana itu terjadi dan apa saja yang dilakukan mereka, berikut wawancara wartawan Media Umat Pendi Supendi dengan mantan biarawati Hj Irene Handono, penulis buku Menyikap Fitnah dan Teror.

Kenapa kristenisasi terus terjadi di Indonesia?
Perlu dipahami bahwasanya Allah SWT telah memberikan peringatan, yang antara lain dalam Alquran surat al Baqarah ayat 120: walan tardla ankal yahudu wala nashara hatta tattabi'a millatahum. Bahwa Yahudi dan Nasrani itu tidak akan pernah berhenti untuk berupaya membuat umat Islam ini mengikuti millah mereka. Ikut agama mereka. Ikut budaya mereka. Ikut pemikiran mereka. Allah menyatakan mereka tidak pernah berhenti berusaha untuk itu. Bahkan Rasulullah masih menguraikannya lagi karena pentingnya ayat ini. Rasulullah bersabda kepada para sahabat: Wahai sahabat, ingat-ingatlah engkau, suatu saat umatku nanti akan mengikuti mereka. Selangkah demi selangkah, sehasta demi sehasta, dan sedepa demi sedepa. Bahkan ketika mereka itu masuk ke lubang biawak pun, umatku ikut. Tentu para sahabat terkejut dengan pernyataan Rasulullah seperti ini. Sehingga ada yang menanyakan siapa yang akan diikuti oleh umatmu seperti itu, sampai-sampai masuk ke lubang biawak pun akan diikuti oleh mereka. Apakah mereka itu Yahudi dan Nasrani? Jawab Rasulullah siapa lagi kalau bukan mereka.

Bagaimana dengan kristenisasi di Bekasi?
Di Bekasi misalnya, ada program yang dicetuskan oleh Yayasan Mahanaim. Ini adalah yayasan Kristen yang mempunyai networking dengan JDN (Jaringan Doa Nasional) di bawah pimpinan pendeta Rahmat Manulang. Motto yang dipromosikan oleh mereka ke masyarakat di antaranya: Kasih Bagi Kota, Sejahtera Bagi Kota dll. Di Bekasi ini mereka menggunakan istilah B3 (Bekasi Berbagi Bahagia). Berbagai iming-iming hadiah mereka berikan. Momen ini biasanya dilaksanakan setahun dua kali yakni menjelang Natal dan Paskah. Mereka menggelar acara ini serentak di semua kota besar di tanah air. Beberapa organisasi yang mendukung di antarnya Full Gospel, Gideon International, BMGK (Badan Musyawarah Gereja-gereja Kristen). Seperti yang terjadi di Bekasi itu 23 November lalu, mereka melakukan dengan cara-cara simpatik, yaitu menarik simpati masyarakat dengan nyanyi bersama, joget, bagi-bagi hadiah, yang ujung-ujungnya adalah pembaptisan. Sementara masyarakat kita yang ikut kegiatan mereka itu adalah masyarakat pra sejahtera.

Kita punya data, mereka membaptis secara paksa. Contoh dalam salah satu foto terlihat seorang nenek berbusana muslim. Dia tertipu. Ujung-ujungnya dari kegiatan itu si nenek diceburin ke air di bak. Lalu dibaptis. Si nenek tinggal mengucapkan amin. Itulah pembaptisan. Si nenek tidak mengerti apa itu pembaptisan. Mereka juga tidak mengumumkan bahwa itu adalah kegiatan pembaptisan. Tapi yang dilakukan itu adalah kegiatan pembaptisan. Ekspresi si nenek itu tampak ekspresi bingung, menolak.

Kita juga punya foto seorang gadis berjilbab. Jelas sekali penolakannya. Dia meronta, dia sempat menampik, dia sempat memegang tangan panitianya. Tapi oleh panitia dia ditekan pundaknya dan kemudian diguyur dengan air. Setelah terkena air itu ia kemudian baru berdiri. Gadis ini tidak tahu bahwa dia dibaptis.

Bagi orang yang mengerti Kristen, ketika ada bak diisi air kemudian orang dimasukin ke situ sudah pasti itu pembaptisan. Artinya bagi panitia yang Kristen, mereka yang telah masuk ke air itu sudah dianggap masuk Kristen. Nah mereka yang telah dianggap masuk Kristen itu menjadi data bagi panitia untuk dilaporkan ke negara donor, sehingga dapat kucuran dana lagi. Di satu sisi statistik Kristen dalam catatan mereka meningkat. Ini lho, Kristenisasi dan pemurtadan sekarang sedang berjalan. Kita buktikan mereka itu bahkan bagi-bagi uang.

Ujung-ujungnya duit?
Ya, ujung-ujungnya sebenarnya duit. Jadi mereka menerima dana dari negara donor, kemudian mereka bekerja satu bulan tapi bisa hidup untuk setengah tahun atau satu tahun. Motivasinya adalah motivasi ekonomi.

Ada motivasi lain?
Kita tidak bisa mengabaikan ada juga motivasi politik. Artinya ketika ingin memecah Indonesia yang paling mudah adalah membenturkan umat Islam. Dan mereka itu sudah tahu caranya sejak Orde Lama. Saat itu sudah marak di tanah air, membenturkan antar sesama umat Islam dan antara umat Islam dengan aparat penegak hukum. Hingga pernah terjadi ungkapan pesantren sebagai sarang teroris. Itu menanggapi seruan dari Paus Benedictus XVI bahwa jihad harus dibuang dari kurikulum Islam. Paus mengeluarkan ungkapan itu setelah Bush mengatakan perang Salib belum selesai, dan dia diperintahkan Tuhan untuk menyerang Irak dan Afghanistan.

Bagaimana sebenarnya pandangan orang Kristen terhadap Islam?
Sebenarnya sejak kecil banyak anak-anak Kristen sudah diajarkan bahwa Islam itu jelek, Islam itu kumuh, Islam itu miskin, Islam itu kampungan, Islam itu ketinggalan zaman. Bahkan kalau Anda mencermati bible, di situ ketidaksukaan itu sudah nampak. Dalam bible itu Nabi Ismail AS dinyatakan sebagai seorang anak lelaki yang tingkah lakunya seperti keledai liar. Bahkan tidak tanggung-tanggung dari kalangan gereja ada yang menyebar leaflet atau brosur, “Siapakah agama Islam itu? siapakah Muhammad itu?” Dengan diurut, nabi Ibrahim yang mereka sebut Abraham menikah dengan Sarah, kemudian menikah lagi dengan budak yang bernama Hajar. Dari Sarah lahirlah Ishak putra sulung, kata mereka, terus Hajar melahirkan Ismail yang lakunya seperti keledai liar. Begitu tulis mereka. Siapa Ismail? Ismail ini tulis mereka adalah anak budak, maka berarti nabi Muhammad itu keturunannya budak. Itu berarti umat Islam itu budak. Budaknya siapa? Budaknya Yahudi.

Apa betul di balik kristenisasi ada peran Vatikan dan Barat?
Ya, betul sekali.

Apakah Indonesia mau dijadikan negara Kristen?
Itu sudah pernah diungkap oleh The News Week. Kristenisasi itu hukumnya wajib bagi Kristen. Seperti saya bandingkan umat Islam mempunyai kewajiban antara lain menegakkan shalat lima waktu, maka Kristen pun punya kewajiban melakukan kristenisasi atau melaksanakan amanat agung. Karena itu wajar bila kristenisasi di Indonesia tidak pernah berhenti. Ayat perintahnya tercantum dalam Injil Matius pasal 28 ayat 19 yang isinya: “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridku dan baptislah mereka dalam nama bapak, dan anak dan roh kudus.” Sementara Markus pasal 16 ayat 15 menyatakan, “Lalu ia berkata kepada mereka pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah injil kepada segala mahluk.”

Adakah kaitan antara kristenisasi dan penjajahan?
Sangat, sangat terkait. Bahwa mereka itu menjajah, memang sudah dari sononya mereka bangsa penjajah. Agama Kristen memang membolehkan melakukan penjajahan. Perintahnya: “jadikanlah seluruh bangsa muridku.” Dan itu dilakukan dengan berbagai cara. Mereka tidak mengenal halal haram, karena yang mengenal halal haram cuma Islam. Jadi wajar pula bila pembaptisan bisa dilakukan secara paksa seperti yang dilakukan Mahanaim di Bekasi. Bagi mereka tidak ada masalah. Bahkan kemudian ada ayat dalam bible misal Roma pasal 3 ayat 7, yang juga menyatakan: “Tapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaannya mengapa aku masih dihakimi sebagai orang berdosa.”

Penjajahan dalam bentuk sekarang?
Sekarang ini kan melalui budaya dan pemikiran. Mereka itu selalu mempropaganda negatif tentang Islam. Citra Islam dibuat buruk oleh mereka. Di satu sisi mereka menyudutkan Islam sebagai teroris dan sebagainya, tapi di sisi lain mereka melestarikan peperangan yang tak kunjung selesai. Contohnya Bush menyatakan perang salib belum selesai. Bahkan dia menyatakan dirinya diperintahkan untuk menyerang Irak dan Afghanistan.
Kemudian melalui budaya Valentine day yang mereka usung dengan istilah kasih sayang. Valentine day itu sebenarnya merusak umat Islam.
Perang pemikiran dan budaya itu dimulai dengan pemahaman bahwa semua agama sama. Kalau semua agama sama maka bagi mereka mengikuti ibadah mereka tidak masalah. Shalat mulai ditinggal dan akhirnya mengikuti millah mereka.

Bagaimana dengan rencana transformasi 2020?
Mereka memang punya banyak program seperti itu. Jadi mereka mengagendakan bahwa pada tahun itu Indonesia sudah menjadi negeri Kristen. Bahkan mereka sudah membuat suatu program atau agenda, bahwa R1 itu harus Kristen. Makanya yang mereka lakukan saat ini adalah dengan kristenisasi untuk meningkatkan jumlah populasi. Setelah populasi meningkat, maka bukan tidak mungkin terjadi apa yang terjadi di Manokwari di mana mereka meminta Perda Injil. Kalau sudah begitu mereka terus menuntut dan menuntut, minta hak semakin banyak, termasuk di legislatif.

Bagaimana dengan isu toleransi yang mereka gembar gemborkan?
Kalau memang mereka toleransi kenapa mereka mengkristenkan orang Islam. Apa sih definisi toleransi. Itu yang harus kita tanya kepada mereka, kalau mereka mau jujur menjawab. Bagi kita definisi toleransi jelas seperti disampaikan dalam Alquran surat Al Kafirun. Lakum dinukum waliadin. Toleransi akan berubah menjadi intervensi kalau sudah masuk ke wilayah keyakinan yang beda. Jadi apa yang mereka lakukan itu bukan hanya intervensi tapi sudah melakukan pelanggaran HAM. Sebab apa? Di tanah air kita, kebebasan agama dijamin. Juga ada undang-undang yang menyatakan tidak boleh memaksakan agama kepada orang yang berlainan agama. Apa yang mereka lakukan jelas pemaksaan. Penipuan. Jadi apa yang mereka lakukan itu adalah pelanggaran hukum. Harusnya penegak hukum sudah punya alasan untuk menindak mereka. Kenapa mereka membaptis orang Islam, yang orang Islam sendiri tidak tahu itu pembaptisan. Melihat fakta ini, mereka yang sebenarnya sudah mempraktekkan hidup tidak bertoleransi itu. Bukan umat Islam.

Faktor apa yang menyebakan umat Islam termurtadkan?
Satu karena masalah kebodohan. Kedua adalah masalah kemiskinan. Kebodohan dalam arti kata, mereka rawan iman dan rawan akidah Islam. Kemudian kebodohan ilmu pengetahuan sehingga mereka tidak tahu mereka mau diapakan.

Lalu apa yang mesti kita lakukan?
Saya lebih menyerukan dalam hal ini kembali ke basic. Ibda' binafsika. Mulai dari diri kita sendiri melakukan pembenahan. Kewajiban kita bersama untuk membentengi akidah umat. Menyatakan yang hak itu hak, yang batil itu batil. Dan kita melaksanakan perintah Allah Quu anfusakun wa ahlikum naara. Ini kewajiban kita.

Perlukah kita memiliki negara yang melindungi Islam dalam arti sebenarnya?
Iya. Saat ini kita tidak memiliki kepemimpinan sentral. Saya menemukan contoh pembuktian konkret, ketika ada Imam Khomeini dulu, saya tidak berbicara suni-syi'ah---melihat buku the satanic verses, langsung beliau memberikan fatwa mati ke Salman Rusdhi. Berapa tahun kemudian itu sepi. Bukunya hilang, Salman Rushdinya hilang. Tapi setelah itu? Hujatan terhadap Islam kembali terjadi. Terakhir hujatan terhadap Nabi Muhammad melalui komik berbahasa Indonesia .

Artinya menjadi sangat urgen kepemimpinan Islam itu?
Iya. Kepemimpinan zaman dulu yang dikenal dengan khilafah itu sangat urgen. Sekarang Anda bandingkan, Katolik. Katolik meski mengalami perpecahan dengan adanya Protestan , tapi sampai hari ini tidak bisa disangkal Katolik masih kuat karena mempertahankan pemimpinnya.

Mereka mampu berarti kita juga bisa?
Kita mampu kalau kita bersatu. Kita tetap lakukan pembinaan dan terus memberi penyadaran pentingnya persatuan umat.[]
________________________________________

Menyingkap Fitnah dan Teror
Hj Irene Handono lahir dari ibu dan ayah yang beragama Katolik. Ia tumbuh dan berkembang dalam lingkungan tersebut . Ia pun sempat menjadi biarawati. Namun sejak tahun 1974-an, wanita kalahiran Surabaya, 30 Juli 1954, tidak lagi menjadi biarawati. Dirinya mengalami kebimbangan dengan agama yang dianutnya. Sehingga akhirnya sehari sebelum bulan suci Ramadhan tahun 1983, atas bimbingan KH Misbach dan KH Achmad Soedja'i, Irene pun mengucapkan kalimat syahadat.

“Sejak saat itulah saya menjadi muslimah, dan sejak itu pula bertubi-tubi hinaan, cemoohan, hujatan dan fitnah bahkan sumpah serapah dilontarkan bukan saja terhadap saya, tapi juga kepada Allah SWT yang saya sembah, Nabi Muhammad SAW yang saya cintai dan Islam yang saya yakini,” ujarnya. Teror demi teror, katanya, terus dia rasakan baik secara fisik maupun mental hingga sekarang. Saat ini Hj Irene Handono aktif berdakwah dan menjadi pengurus di berbagai lembaga Muslimah. Ia pun mendirikan sekaligus memimpin Irene Center, sebuah lembaga perbandingan agama dan pembinaan mualaf.

Karena merasakan kepedihan dan keprihatinan yang sangat mendalam Irene Handono pun akhirnya menulis sebuah buku yang berjudul, Menyingkap Fitnah dan Teror. Di buku itu, ia memaparkan siapa sesungguhnya Kristen dan Yahudi. Bagaimana sejarah mereka, apa program mereka, apa taget mereka dan bagaimana visi dan misinya. Ia pun memaparkan dalam buku itu bahwa fitnah dan teror itu telah menimpa Rasulullah SAW dan seluruh umatnya sampai hari ini. “Bagi saya semua teror itu membuktikan betapa benarnya ayat-ayat Allah, betapa mulia dan mahalnya Islam. Karena semakin banyak teror dilakukan, insya Allah semakin menguatkan iman saya,” tulisnya dalam buku setebal 295 halaman itu. [] pd

http://www.mediaumat.com/index.php?option=com_content&task=view&id=99&Itemid=2