25.7.09

Injil Syari'atkan Wanita Berkerudung

Hj. Irene Handono
Pakar Kristologi, Pendiri Irene Center
Media Umat, edisi 15


Islam adalah agama yg menjunjung tinggi harkat kaum wanita sehingga dalam ajaran Islam terdapat hukum-hukum yg dikhususkan bagi kaum wanita. Salah satu diantaranya adalah aturan dalam berbusana. Syariat Islam telah memberikan batasan-batasan yg boleh & yg tidak boleh terlihat dari seorang wanita.

Berapa banyak kerusakan yg telah terjadi akibat keluarnya wanita dengan bebas & mempertontonkan aurat mereka, sebutlah perzinaan, pelecehan seksual, perkosaan, tersebarnya vcd porno & sederet kerusakan moral lainnya. Bahkan menurut hasil riset yg telah dilakukan selama 30tahun oleh para peneliti Amerika ditemukan bahwa gaya berpakaian & penampilan seksi kaum wanita berbanding lurus dengan tingkat impotensi kaum pria.

Di negara-negara yg perempuannya bebas mengenakan pakaian yg mengumbar aurat, jumlah penderita impotensinya lebih tinggi dari negara-negara yg melarang perempuan mengumbar betisnya. Hal ini terjadi karena pria mudah sekali terangsang dengan rangsangan visual namun tidak semua pria dapat menyalurkan libidonya yg memuncak itu.Akibatnya dalam jangka waktu tertentu secara psikologis akan terjadi imunitas terhadap rangsangan serupa itu. Hal ini juga menjelaskan berbagai fenomena lain seperti, banyaknya terjadi penyimpangan seksual serta tingginya tingkat prostitusi. Baca juga ini! atau download ini!

Perintah Menutup Aurat
Menutup aurat ternyatabukan hapya di Islam. Dalam Kristen, masuk ke gereja tanpa menutup aurat adalah suatu penghinaan terhadap gereja. Wanita yg ingin melakukan kebaktian di gereja diajarkan oleh Bibel agar mengenakan penutup kepala seperti yg dikenakan para biarawati. Jika wanita itu tidak mau, hendaknya ia mencukur rambutnya layaknya Biksuni dalam agama Buddha. Dalam agama Hindu yg juga berasal dari India, para wanita juga seharusnya mengenakan kerudung seperti wanita-wanita India dengan pakaian yg panjang.

/ Korintus 11:5
Tetapi tiap-tiap perempuan yg berdoa atau bernubuat dengan kepala yg tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yg dicukur rambutnya.

/ Korintus 11:13
Pertimbangkanlah sendiri: Patutkah perempuan berdoa kepada Allah dengan kepala yg tidak bertudung?

Sungguh disayangkan, ajakan mulia untuk menuju peradaban tirrggi ini malah disalah pahami sebagian pihak. Mereka berkata bahwa ajakan menutup aurat dapat menyinggung penganut agama lain. Inilah suara pihak-pihak sekuler yg hanya mementingkan
keuntungan duniawi semata dengan berlindung dibalik adat & agama di luar Islam mencoba untuk membusukkan ajakan mulia ini. Padahal yg benar, ajakan menutup aurat dapat mematikan usaha kotor mereka, Agama mana yg tersinggung dengan ajakan menutup aurat? Tidak ada. Jika di Barat Biarawati boleh mengenakan semacam jilbab, mengapa Muslimah tidak?

Baca juga:

Bibel Mengatakan: Babi Haram!

Oleh: Hj Irena Handono
Pakar Kristologi, Pendiri Irena Center, Pimpinan Umum Gerakan Muslimat Indonesia


Akhir-akhir ini media masa cetak maupun elektronik dihebohkan dengan berita tentang wabah flu babi. Tak hanya di Indonesia, tapi perbincangan hingga berlanjut pada pengambilan langkah preventif telah dilakukan di berbagai negara.

Perilaku babi
Menarik ketika seorang Imam menjelaskan kepada beberapa orang Barat yang bertanya tentang kenapa Muslim tidak mengonsumsi babi. Bagi muslim, babi adalah haram, bukan karena penyebab dari penggunaan babi dan segala unsurnya, namun hal yang terpenting karena memang Allah SWT telah mengharamkan babi bagi manusia.

"Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yangjatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya,dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala." QS Al Maidah [5]: 3.

Adapun temuan berikutnya yang mengatakan bahwa ternyata babi berefek buruk ini dan itu, maka hal tersebut adalah hikmah dari pelarangan Allah. Bukan alasan bagi pelarangan-Nya.

Kemudian sang Imam ini menunjukkan pada orang-arang Barat tersebut dengan membandingkan perilaku babi dan ayam. Ketika dua ekor ayam jantan dan satu betina dilepas, dua ayam jantan itu akan bertarung hingga salah satu tewas untuk memperebutkan sang betina. Namun apa yang terjadi ketika dua ekor babi jantan dan satu betina diiepas? Ternyata babi jantan yang satu membantu jantan yang lain untuk melaksanakan hajat seksualnya pada si betina. Dan sang Imam pun berkata, "Inilah! Daging babi itu sesungguhnya membunuh 'ghiroh' orang yang memakannya dan ini terjadi pada kaum kalian."

Mengapa Kristen makan daging babi?
Sesungguhnya pelarangan Allah atas babi ini tidak terjadi pada masa Nabi Muhammad SAW saja, namun pelarangan atas pengkonsumsian babi sudah terjadi sejak dahulu kala. Yang masih terekam adalah pada syariat yang dibawa semasa Nabi Musa, dalam Imamat 11:7-8 yang berbunyi "Jangan makan babi. Binatang itu haram, karena walaupun kukunya terbelah, ia tidak memamah biak. Dagingnya tak boleh dimakan dan bangkainya pun tak boleh disentuh karena binatang itu haram." Larangan serupa juga tercantum di kitab Ulangan 14:8, Yesaya 65:2-4 dan Yesaya 66:17. Dan semua larangan ini masih jelas tertulis dalam kitab 'suci' umat Kristen yang disebut Bibel.

Mengapa Kristen justru memakan daging babi? Pertama, mungkin mereka tidak banyak tahu tentang kitab mereka. Kedua, ayat-ayat Bibel yang dikarang oleh Paulus yang menyatakan bahwa segala makanan adalah suci (Roma 14:20), juga pernyataan yang menyatakan bahwa Yesus telah meniadakan hukumTaurat (Efesus 2:14-15) yang termasuk di dalamnya keharaman daging babi.

Padahal kenyataannya, Yesus sendiri tidak pernah mengatakan demikian. Bahkan di dalam Matius 5:17-20, Yesus dengan tegas menyatakan bahwa dirinya tidak pernah sedikitpun menghapuskan hukum yang telah ditetapkan di dalam Taurat (Perjanjian Lama). Di lain ayat juga dinyatakan dengan jelas bahwa pengikut Yesus yang setia tetap menjaga diri dari makanan haram dan najis (Kisah Para Rasul 10:14).

Perlu juga diketahui bahwa Paulus adalah bukan termasuk dari 12 murid Yesus dan bahkan tidak pernah bertemu dengan Yesus dalam hidupnya. Lalu bagaimana mungkin ia membatalkan apa yang jelas-jelas diperintahkan/dilarang oleh Yesus?

Dan jika alasan pembolehan daging babi oleh umat Kristiani didasarkan atas kata-kata Yesus di dalam Matius 15:11 yang berbunyi "Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang." Maka ayat inipun secara konteks tidak ada kaitan dengan kebolehan memakan daging babi. Ayat ini merupakan penjelasan Yesus yang mengecam perilaku munafik bangsa Yahudi yang mengabaikan ajaran utama Taurat sementara justru mempertahankan adat-istiadat nenek moyang mereka.[]

Dari Tabloid Media Umat Edisi 13

Baca juga:

24.7.09

Mengaku Sarjana Islam, Pendeta Terbongkar Kedoknya

Di kalangan Kristen, Pendeta Samuel Hermawan dikenal sebagai ahli islamologi mantan Muslim. Namanya mulai naik daun ketika Samuel menuliskan pengalaman rohaninya mengapa ia beralih meninggalkan Islam dan kini menjadi pendeta. Dalam testimoni berjudul “Yesus adalah Tuhan dan Raja”, Samuel menuliskan sbb: “Saya dulunya dari muslim tamatan sebuah pesantren dan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Bandung. Saya ingin memberikan kekuatan untuk para sahabat sekalian orang-orang Kristen bahwa apa yang kalian sembah itu adalah benar-benar Tuhan dan Juruselamat. Yesus adalah Tuhan dan Raja sesuai yang tercantum dalam Al Quran, Hadist dan Injil.”

Dalam sebuah dialog Islam dan Kristen, dusta Pendeta Samuel terbongkar. Ternyata dia bukan mantan muslim, terbukti karena ia tidak bisa baca-tulis Al-Qur’an. Pengakuannya sebagai ahli islamologi lulusan pesantren dan Sarjana Islam lulusan STAIN Bandung, adalah kebohongan besar untuk memuluskan Kristenisasi.

Bermula ketika Indarwati, bukan nama sebenarnya, yang mempengaruhi kakak kandung, orang tua dan pamannya untuk masuk Kristen.

Empat tahun yang lalu, Indarwati menikah secara Islam dengan seorang pemuda. Seluruh keluarga Indar merestui pernikahan itu, karena beranggapan, sang mempelai pria itu adalah seorang Muslim yang taat beragama.

Belakangan, setelah Indar dikaruniai seorang anak, keluarganya baru tahu kalau suami Indar adalah seorang pendeta. Namun ia tidak mengaku pura-pura Muslim ketika menikah. Kilahnya, kekristenan itu ia terima setelah pernikahan. Kini, Indar sudah berganti iman menjadi aktivis gereja, mengikuti jejak suaminya. Bahkan seorang adiknya berhasil ditarik menjadi seorang Kristen.

Ketika Indar mempengaruhi Eddy, pamannya, untuk masuk Kristen, terjadilah percekcokan ringan. Eddy paman adalah mantan aktivis PII (Pelajar Islam Indonesia).

“Kamu ini, kok bisa-bisanya masuk Kristen dan ngajak-ngajak keluarga untuk masuk Kristen?” tanya sang paman.

“Ya.. karena sekarang saya tahu kalau Kristen itu jauh lebih baik dari Islam, paman,” jawab Indra santai.

“Siapa sebenarnya yang mempengaruhimu kok sekarang jadi seperti ini?” tanya sang paman lagi.

“Saya tidak dipengaruhi siapa-siapa, paman. Tuhan Yesus sendiri yang memanggil saya. Sekarang saya tahu bahwa Kristen itu kasih dan menyelamatkan,” terang Indra.

“Apa buktinya kalau Kristen itu menyelamatkan dan lebih baik dari Islam?” selidik sang paman.

“Saya tidak bisa menjelaskan secara detil, paman. Kalau Paman ingin tahu jawabannya, nanti saya panggil pendeta saya. Pendeta Samuel Hermawan adalah ahli islamologi, lulusan pesantren dan STAIN Bandung . Paman bisa bertanya sepuasnya tentang kekristenan kepada pak pendeta,” jawab Indra. Maka disepakatilah pertemuan dialog agama di rumah sang paman.

Ahad malam, 15 November 2009, di Bintaro diadakan pertemuan sederhana. Tapi sang paman tidak mau menghadapi sendiri. Karena penasaran, kok ada lulusan pesantren dan sarjana Islam yang bisa pindah iman, maka ia mengundang sanak saudara dan para tetangga. Tidak lupa, ia mengundang Insan Mokoginta Wenceslaus, ustadz yang mantan Kristen.

Pendeta Samuel Hermawan datang tidak sendirian, Ia ditemani beberapa pendeta, pekerja gereja dan beberapa jemaat setianya. Dengan dandanan yang klemis dengan baju batik coklat yang dikenakannya, ia tampil sangat percaya diri. Seluruh materi islamologi yang akan dipresentasikan sudah disiapkan dalam laptop dan Infocus, lengkap dengan seorang wanita operatornya.

Dialog dimulai pukul 8 malam, disaksikan lima puluhan pendengar dari kalangan Islam dan Kristen.

Setelah memperkenalkan diri, Samuel mulai menerangkan ketuhanan Yesus berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an. Puluhan ayat Al-Qur’an ditampilkan di layar infocus. Insan yang sudah tidak asing dengan makalah itu menyela, “Maaf Pak Pendeta, paparan yang anda tampilkan itu sebenarnya bukan pemikiran anda. Anda hanya mengutip brosur Kristen “Rahasia Jalan ke Surga” yang memakai nama penerbit palsu Dakwah Ukhuwah. Saya sudah menjawabnya dalam buku “Muallaf Membimbing Pendeta ke Surga” tahun 1999.

Meski tak bisa membantah bahwa presentasi makalahnya sama persis dengan brosur Dakwah Ukhuwah, Samuel keukeuh menyangkalnya, dan terus melanjutkan ceramah.

“Yesus alias Nabi Isa adalah Tuhan yang menjelma menjadi manusia. Al-Qur’an sendiri mengakui bahwa Yesus bisa menyembuhkan orang buta sejak lahir. Bahkan Yesus bisa menghidupkan orang yang sudah mati. Mari kita renungkan.

Selain Tuhan, siapa yang bisa memberi nyawa kepada orang mati Karena Yesus bisa menghidupkan orang mati, maka dia adalah Tuhan,” jelasnya.

Insan membantah, “Saya tahu, ayat Al-Qur’an yang anda maksudkan adalah surat Ali Imran 49 dan Al-Ma’idah 110. Tapi ayat ini jangan dibaca sepotong saja. Bila dibaca secara utuh, seluruh mukjizat Nabi Isa itu selalu diiringi dengan kalimat ‘bi-idznillah’ yang artinya dengan seizin Allah.

Jadi, seluruh mukjizat itu bukan karena kehebatan Nabi Isa, tapi karena izin dan pemberian Allah. Karenanya, yang menyembuhkan dan menghidupkan itu bukan Nabi Isa, melainkan Allah SWT,” katanya.

Samuel tak dapat membantah argumen ini, lalu beralih ke pembicaraan lain.

Ia menyatakan bahwa menurut Injil Lukas, tidak semua perbuatan Yesus ditulis dalam Injil. Karena tidak ada kitab yang bisa memuat seluruh ajaran Yesus.

“Tolong Pak Pendeta baca, Injil Lukas yang anda maksud tersebut!” tanya Insan menimpali.

“Wah, saya tidak hafal ayatnya, Pak,” jawabnya singkat.

“Tolong pendeta yang lain atau jemaat membaca Injil Lukas yang dimaksud,” tanya Insan kepada jemaat Kristen.

Karena tak mendapat jawaban apapun dari pihak Kristen, maka Insan menjawab pertanyaannya sendiri.

“Sebetulnya, ayat yang dimaksudkan Pendeta Samuel itu bukan Injil Lukas, tapi Injil Yohanes 25:21. Kalau tidak percaya silakan baca ayat tersebut,”

Insan mempersilakan. Jemaat pun membaca ayat yang dimaksud, ternyata betul.

Mereka semakin gusar.

Ternyata Sarjana Islam Gadungan...

Ketika ingin membuktikan ketuhanan Yesus sebagai orang yang tahu hari kiamat, Samuel mengutip terjemahan Al-Qur’an surat Luqman ayat 34: “Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat.”

Penasaran dengan banyaknya kutipan ayat yang hanya dibaca terjemahannya saja, Insan minta Samuel untuk membaca nas Arabnya.

Nyalinya runtuh ketika dites membaca nas Arab Al-Qur'an. Ternyata Pendeta itu bukan lulusan pesantren karena tidak tahu baca-tulis huruf Arab...

“Pak Pendeta, dari tadi anda hanya membaca terjemahan ayat tanpa membaca nas Arabnya. Anda kan ngaku lulusan pesantren dan sarjana Islam, tolong baca nas Arabnya!” pintanya.

Tak disangka, permintaan Insan ini meruntuhkan nyali sang pendeta. Beberapa menit ia hanya memandangi presentasi di layar infocus. Mulutnya terkatup, sesekali ia memandangi jemaatnya, dan sesekali menundukkan wajahnya yang mulai memucat.

Jemaat dan para pendeta yang hadir pun nampak gusar, malu dan salah tingkah di hadapan puluhan hadirin Muslim. Pendeta Samuel Hermawan yang selama ini mereka elu-elukan sebagai ahli islamologi, lulusan pesantren dan sarjana Muslim, ternyata tak lebih pintar dari siswa TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur’an). Sementara hadirin dari pihak Islam sebagian tertawa, sebagian geleng-geleng dan sebagian bertepuk tangan. Mereka terheran-heran terhadap Samuel Hermawan yang ditokohkan dan dihormati di gereja, padahal mereka selama ini dicekoki dengan kesaksian dusta.

“Pak Samuel ini aneh sekali. Bagaimana bisa jadi pendeta dan mengaku ahli islamomogi? Padahal anda tidak menguasai Bibel dan tidak paham Al-Qur’an?


Mana mungkin anda bisa memahami dan menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an untuk kepentingan kristenisasi, padahal anda tidak mengerti baca-tulis Al-Qur’an?

Tolong anda beragama yang jujur saja, jangan menipu jemaat” kata Insan menasihati.

Situasi dialog jadi tidak imbang, Insan yang jauh di atas angin, seperti dosen menceramahi anak SD. Tepat pukul 10 malam acara diakhiri, tuan rumah mempersilakan seluruh hadirin untuk menikmati makan malam yang sudah disediakan secara mewah. Terlanjur malu, Pendeta Samuel dan seorang pendeta lainnya buru-buru pamitan pulang meninggalkan para jemaatnya yang sudah membaur bersama hadirin lainnya di meja hidangan.

Seorang peserta yang sangat kecewa terhadap Pendeta Samuel berkomentar, “Katanya lulusan pesantren dan sarjana Islam, gak tahunya seperti ayam sayur,” kata pria berusia 60 tahun yang datang jauh-jauh dari Depok, Jawa Barat. Ternyata Pendeta Samuel adalah "Drs" alias durung rampung sekolah, toh. [Warmu Hibban]

23.7.09

Simon Nicholas Valenteyn

Menangis Mendengar Adzan
Inginnya mencari kelemahan Islam, justru hidayah yang datang...

Aku lahir 61 tahun yang lalu dari pasangan Yoseph dan Ruht Karatem di Ambon, Maluku. Ayahku seorang penganut Katolik yang kemudian menikah dengan wanita Protestan. Karena ayah masuk dalam komunitas ibu, dia ikut menjadi penganut Protestan.

Keluarga besarku sangat dekat dengan rutinitas keagamaan. Setiap minggu, kami mengikuti kebaktian di gereja. Aku selalu menyimak pesan-pesan pendeta, yang satu di antaranya adalah pamanku.

Sejak SD hingga SMA aku sekolah di sekolah Katolik di Ambon. Meskipun demikian aku tetap menganut keyakinan keluargaku yakni Protestan. Pada 1969, aku memutuskan pindah dan tinggal bersama paman di Semarang untuk kuliah.

Pergaulanku dengan teman-teman di kampus dan di tempat kost lambat laun mengubah persepsiku tentang agama Kristen yang sebelumnya ku anut. Ada semacam kejanggalan yang aku rasakan dalam rutinitas beragamaku. Namun aku tidak bisa memahami secara pasti apa yang bergejolak di dalam hati ini.

Hatiku Berontak
Singkat cerita, setelah bekerja di Jakarta aku menikah dengan Lusia, gadis Katolik. Kami pun tinggal di Bekasi. Setelah memiliki beberapa anak dan mulai besar-besar aku pun turut memeluk Katolik. Sederhana saja sebenarnya, agar anakku tidak memprotesku terus, "Mengapa yang lain Katolik, Papa kok Protestan?" Aku pun menjadi pengurus wilayah gereja Santa Ana sementara istriku pengurus wanita Katolik di Bintara Jaya, Bekasi, Jawa Barat.

Sejak saat itu akupun mulai resah dengan keyakinan trinitasku. Bagaimana rasionalitasnya Tuhan itu tiga dalam satu, satu dalam tiga? Setiap Romo –sebutan Pastur/pemuka agama Kristen Katolik- yang kutanya tidak satupun yang dapat memberikan jawaban yang membuat batinku puas menerima.

Seumur hidupku baru sekali mengikuti ibadah pengakuan dosa kepada Romo. Itupun terpaksa karena mengikuti Ekaristi (Misa Kudus, salah satu ritual dalam Katolik) pada tahun 1996.

Hati kecilku berontak. Mengapa aku harus mengaku dosa kepada sesama manusia? Toh Romo juga manusia biasa seperti aku, apalagi aku tahu kehidupan sehari-hari si Romo tersebut yang tidak luput dari salah dan dosa. Sehingga aku jadi semakin ragu dengan agama Kristen. Aku pun jadi ogah-ogahan ke gereja dan tidak lagi memakai tanda salib saat berdoa sebelum makan bersama istri dan anak-anak di rumah. Anak-anak mempertanyakan hal itu tetapi aku tidak menjawabnya secara gamblang.

Beiajar Islam
Ketika ada konflik Islam-Kristen di Ambon pada 1998-1999, semangat kekristenanku bangkit kembali. Aku mulai tertarik mencari kelemahan Islam. Karena dari kelemahan itulah aku bemiat untuk menyerang Islam.

Di rumah sepulang bekerja dan setiap ada kesempatan, aku mulai membeli buku-buku Islam untuk dicari-cari kelemahannya. Tapi mengapa yang dikafani, disunat itu malah orang Islam bukan orang Kristen. Di Alkitab disebutkan Tuhan Yesus mati dan dikafani pakai kain kafan. Terbukti dengan disimpannya kain kafan bekas wajah Yesus di gereja Turini, Italia. Disamping itu Tuhan Yesus pun disunat pada umur 8 hari.

Timbul pertanyaan dibenakku, lantas yang mana yang meneruskan ajaran Yesus itu? Orang Islam atau orang Kristen. Satu lagi yang mencengangkanku, ternyata Islam menjawab kegundahanku, yakni dalam terjemahan Al Quran disebutkan Allah itu satu, tidak beranak dan diperanakan. “Nah, ini baru benar!” ujarku dalam hati. Namun aku tetap beraktivitas layaknya orang Kristen yang terombang-ambing dalam kebimbangan.

Selang satu tahun kemudian, rupanya hidayah Allah mulai menghampiriku. Setiap kali pulang kerja dari kantor di Sunter Jakarta Utara menuju rumahku, aku terkesima mendengar alunan suara adzan Maghrib yang menggema di sepanjang jalan.

Awalnya hatiku terasa tenang dan teduh. Lambat laun, suara itu memberiku keindahan rasa yang tidak bisa aku gambarkan dengan kata-kata. Bahkan beberapa kali aku sempat menangis mendengar lantunan berbahasa Arab yang tidak aku pahami maknanya. Merasa ada yang kosong dalam jiwa.Tapi waktu itu, aku belum berani mengungkapkan pengalaman ruhani yang dasyat ini kepada siapapun.

Di hari libur kebiasaan ini pun berlanjut. Sempat ketika kami sekeluarga jalan-jalan, anak-anak marah kalau melihatku seperti itu ketika mendengar azan Maghrib. "Mengapa Papa begitu?" tanyanya. Kujawab, "Ya tidak apa-apa toh!" Kemudian aku biasa lagi agar mereka tidak ribut.

Tidak puas dengan buku-buku, akupun mempelajari Islam lewat internet. Pada suatu pagi di awal 2004, seperti pagi-pagi sebelumnya aku berdoa kepada Yesus di salah satu sudut rumah. Namun kali ini kegelisahanku memuncak.

Tanpa sadar waktu itu aku menghadap ke arah kiblat. Selesai berdoa, suatu keajaiban terjadi. Aku melihat bangunan Ka’bah persis di hadapanku. Bangunan hitam persegi empat benar-benar nyata, seakan aku berada di Masjidil Haram. Aku betul-betul takjub. Aku merasa saat itu sedang bermimpi, tapi terasa nyata.

Peristiwa itu semakin memperbesar motivasiku untuk mendalami Islam. Aku mulai membicarakannya dengan beberapa teman dekat yang beragama Islam. Masih penasaran, aku pun ingin mengetahui Islam dari pemuka-pemuka Islam, yang dulunya Kristen. Mengapa aku cari Ustadz yang mualaf? Karena aku yakin mereka akan lebih mengerti aku daripada ulama yang sejak lahir beragama Islam.

Teman Muslimku itu pun menganjurkan agar aku bertandang ke yayasan AMA, sebuah lembaga khusus menaungi para mualaf. Dari yayasan itu aku dipertemukan dengan Dr. Bambang Sukamto yang memperkenalkan aku dengan dua orang ustadz yaitu Ustadz Insan Mokoginta dari Depok dan Ustadz Wahid Laziman (William Brodus) dari Yogyakarta. Dari keduanya aku banyak berdiskusi dan belajar tentang Islam.

Diskusi ini lebih difokuskan pada bedah bible dan Alquran. Satu persatu keganjilan ajaran Kristen terungkap di hadapanku. Selain diskusi secara rutin, akupun banyak membaca buku-buku tentang islamologi dan kristologi. Dari situ aku mulai mengkritisi posisi Paulus pimpinan tertinggi umat Kristen Katolik.

Dalam Alkitab Perjanjian Baru yang berisi perkataan Yesus (yang dalam Islam disebut sebagai Nabi Isa Al Masih alaihissalam) dan murid-muridnya, tidak ada satupun yang menyebutkan posisi Paulus. Paulus bukanlah siapa-siapa. Dia hanya belajar dari salah seorang sahabat Nabi Isa dan tidak pernah bertemu langsung dengannya. Akhirnya aku berkesimpulan bahwa ajaran Kristen yang sekarang adalah ajaran yang dibuat Paulus. Perayaan Natal 25 Desember misalnya, sebenarnya diadopsi dari perayaan Dewa Matahari. Bukan perayaan kelahiran Yesus.

Setelah meyakini kebohongan dalam Kristen, aku mulai memantapkan hati untuk menganut ajaran Islam. Aku mulai belajar shalat, bacaan Al Fatihah aku hafalkan ketika menyetir mobil, tulisan latin Al Fatihah itu aku sengaja taruh di ponsel agar keluarga dan teman-temanku tidak mencurigai kecenderungan hatiku untuk masuk Islam. Tapi saat itu, aku belum shalat karena belum masuk Islam.

Aku senang sekali kalau Maghrib sudah sampai di rumah dan sendirian di depan televisi. Suaranya kumatikan, agar tidak terdengar istri atau anakku.Sengaja aku lihat gerakan orang wudhu pada tayangan adzan maghrib di televisi. Karena aku mulai tertarik untuk belajar Islam, belajar shalat dan wudhu.

Hingga akhirnya pada 16 Januari 2005, aku memutuskan untuk masuk Islam dengan mengucap dua kalimat syahadat disaksikan oleh Dr. Bambang Sukamto dan rekan-rekan Yayasan AMA di Masjid Namirah, Tebet, Jakarta Selatan. [] Seperti yang disampaikan ybs kepada joko prasetyo [Majalah MU]

Klik di sini untuk baca-baca..!

22.7.09

Kristen Tidak Toleran?


Hj Irene Handono,

Mantan Biarawati

Kristenisasi tak pernah padam. Berbagai cara dilakukan untuk menggerogoti akidah umat Islam dan membuatnya murtad. Kaum Kristen yang mendapat dukungan Barat berusaha agar umat Islam tidak lagi terikat dengan agamanya. Mereka ingin agar seluruh dunia menjadi Kristen. Bagaimana itu terjadi dan apa saja yang dilakukan mereka, berikut wawancara wartawan Media Umat Pendi Supendi dengan mantan biarawati Hj Irene Handono, penulis buku Menyikap Fitnah dan Teror.

Kenapa kristenisasi terus terjadi di Indonesia?
Perlu dipahami bahwasanya Allah SWT telah memberikan peringatan, yang antara lain dalam Alquran surat al Baqarah ayat 120: walan tardla ankal yahudu wala nashara hatta tattabi'a millatahum. Bahwa Yahudi dan Nasrani itu tidak akan pernah berhenti untuk berupaya membuat umat Islam ini mengikuti millah mereka. Ikut agama mereka. Ikut budaya mereka. Ikut pemikiran mereka. Allah menyatakan mereka tidak pernah berhenti berusaha untuk itu. Bahkan Rasulullah masih menguraikannya lagi karena pentingnya ayat ini. Rasulullah bersabda kepada para sahabat: Wahai sahabat, ingat-ingatlah engkau, suatu saat umatku nanti akan mengikuti mereka. Selangkah demi selangkah, sehasta demi sehasta, dan sedepa demi sedepa. Bahkan ketika mereka itu masuk ke lubang biawak pun, umatku ikut. Tentu para sahabat terkejut dengan pernyataan Rasulullah seperti ini. Sehingga ada yang menanyakan siapa yang akan diikuti oleh umatmu seperti itu, sampai-sampai masuk ke lubang biawak pun akan diikuti oleh mereka. Apakah mereka itu Yahudi dan Nasrani? Jawab Rasulullah siapa lagi kalau bukan mereka.

Bagaimana dengan kristenisasi di Bekasi?
Di Bekasi misalnya, ada program yang dicetuskan oleh Yayasan Mahanaim. Ini adalah yayasan Kristen yang mempunyai networking dengan JDN (Jaringan Doa Nasional) di bawah pimpinan pendeta Rahmat Manulang. Motto yang dipromosikan oleh mereka ke masyarakat di antaranya: Kasih Bagi Kota, Sejahtera Bagi Kota dll. Di Bekasi ini mereka menggunakan istilah B3 (Bekasi Berbagi Bahagia). Berbagai iming-iming hadiah mereka berikan. Momen ini biasanya dilaksanakan setahun dua kali yakni menjelang Natal dan Paskah. Mereka menggelar acara ini serentak di semua kota besar di tanah air. Beberapa organisasi yang mendukung di antarnya Full Gospel, Gideon International, BMGK (Badan Musyawarah Gereja-gereja Kristen). Seperti yang terjadi di Bekasi itu 23 November lalu, mereka melakukan dengan cara-cara simpatik, yaitu menarik simpati masyarakat dengan nyanyi bersama, joget, bagi-bagi hadiah, yang ujung-ujungnya adalah pembaptisan. Sementara masyarakat kita yang ikut kegiatan mereka itu adalah masyarakat pra sejahtera.

Kita punya data, mereka membaptis secara paksa. Contoh dalam salah satu foto terlihat seorang nenek berbusana muslim. Dia tertipu. Ujung-ujungnya dari kegiatan itu si nenek diceburin ke air di bak. Lalu dibaptis. Si nenek tinggal mengucapkan amin. Itulah pembaptisan. Si nenek tidak mengerti apa itu pembaptisan. Mereka juga tidak mengumumkan bahwa itu adalah kegiatan pembaptisan. Tapi yang dilakukan itu adalah kegiatan pembaptisan. Ekspresi si nenek itu tampak ekspresi bingung, menolak.

Kita juga punya foto seorang gadis berjilbab. Jelas sekali penolakannya. Dia meronta, dia sempat menampik, dia sempat memegang tangan panitianya. Tapi oleh panitia dia ditekan pundaknya dan kemudian diguyur dengan air. Setelah terkena air itu ia kemudian baru berdiri. Gadis ini tidak tahu bahwa dia dibaptis.

Bagi orang yang mengerti Kristen, ketika ada bak diisi air kemudian orang dimasukin ke situ sudah pasti itu pembaptisan. Artinya bagi panitia yang Kristen, mereka yang telah masuk ke air itu sudah dianggap masuk Kristen. Nah mereka yang telah dianggap masuk Kristen itu menjadi data bagi panitia untuk dilaporkan ke negara donor, sehingga dapat kucuran dana lagi. Di satu sisi statistik Kristen dalam catatan mereka meningkat. Ini lho, Kristenisasi dan pemurtadan sekarang sedang berjalan. Kita buktikan mereka itu bahkan bagi-bagi uang.

Ujung-ujungnya duit?
Ya, ujung-ujungnya sebenarnya duit. Jadi mereka menerima dana dari negara donor, kemudian mereka bekerja satu bulan tapi bisa hidup untuk setengah tahun atau satu tahun. Motivasinya adalah motivasi ekonomi.

Ada motivasi lain?
Kita tidak bisa mengabaikan ada juga motivasi politik. Artinya ketika ingin memecah Indonesia yang paling mudah adalah membenturkan umat Islam. Dan mereka itu sudah tahu caranya sejak Orde Lama. Saat itu sudah marak di tanah air, membenturkan antar sesama umat Islam dan antara umat Islam dengan aparat penegak hukum. Hingga pernah terjadi ungkapan pesantren sebagai sarang teroris. Itu menanggapi seruan dari Paus Benedictus XVI bahwa jihad harus dibuang dari kurikulum Islam. Paus mengeluarkan ungkapan itu setelah Bush mengatakan perang Salib belum selesai, dan dia diperintahkan Tuhan untuk menyerang Irak dan Afghanistan.

Bagaimana sebenarnya pandangan orang Kristen terhadap Islam?
Sebenarnya sejak kecil banyak anak-anak Kristen sudah diajarkan bahwa Islam itu jelek, Islam itu kumuh, Islam itu miskin, Islam itu kampungan, Islam itu ketinggalan zaman. Bahkan kalau Anda mencermati bible, di situ ketidaksukaan itu sudah nampak. Dalam bible itu Nabi Ismail AS dinyatakan sebagai seorang anak lelaki yang tingkah lakunya seperti keledai liar. Bahkan tidak tanggung-tanggung dari kalangan gereja ada yang menyebar leaflet atau brosur, “Siapakah agama Islam itu? siapakah Muhammad itu?” Dengan diurut, nabi Ibrahim yang mereka sebut Abraham menikah dengan Sarah, kemudian menikah lagi dengan budak yang bernama Hajar. Dari Sarah lahirlah Ishak putra sulung, kata mereka, terus Hajar melahirkan Ismail yang lakunya seperti keledai liar. Begitu tulis mereka. Siapa Ismail? Ismail ini tulis mereka adalah anak budak, maka berarti nabi Muhammad itu keturunannya budak. Itu berarti umat Islam itu budak. Budaknya siapa? Budaknya Yahudi.

Apa betul di balik kristenisasi ada peran Vatikan dan Barat?
Ya, betul sekali.

Apakah Indonesia mau dijadikan negara Kristen?
Itu sudah pernah diungkap oleh The News Week. Kristenisasi itu hukumnya wajib bagi Kristen. Seperti saya bandingkan umat Islam mempunyai kewajiban antara lain menegakkan shalat lima waktu, maka Kristen pun punya kewajiban melakukan kristenisasi atau melaksanakan amanat agung. Karena itu wajar bila kristenisasi di Indonesia tidak pernah berhenti. Ayat perintahnya tercantum dalam Injil Matius pasal 28 ayat 19 yang isinya: “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridku dan baptislah mereka dalam nama bapak, dan anak dan roh kudus.” Sementara Markus pasal 16 ayat 15 menyatakan, “Lalu ia berkata kepada mereka pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah injil kepada segala mahluk.”

Adakah kaitan antara kristenisasi dan penjajahan?
Sangat, sangat terkait. Bahwa mereka itu menjajah, memang sudah dari sononya mereka bangsa penjajah. Agama Kristen memang membolehkan melakukan penjajahan. Perintahnya: “jadikanlah seluruh bangsa muridku.” Dan itu dilakukan dengan berbagai cara. Mereka tidak mengenal halal haram, karena yang mengenal halal haram cuma Islam. Jadi wajar pula bila pembaptisan bisa dilakukan secara paksa seperti yang dilakukan Mahanaim di Bekasi. Bagi mereka tidak ada masalah. Bahkan kemudian ada ayat dalam bible misal Roma pasal 3 ayat 7, yang juga menyatakan: “Tapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaannya mengapa aku masih dihakimi sebagai orang berdosa.”

Penjajahan dalam bentuk sekarang?
Sekarang ini kan melalui budaya dan pemikiran. Mereka itu selalu mempropaganda negatif tentang Islam. Citra Islam dibuat buruk oleh mereka. Di satu sisi mereka menyudutkan Islam sebagai teroris dan sebagainya, tapi di sisi lain mereka melestarikan peperangan yang tak kunjung selesai. Contohnya Bush menyatakan perang salib belum selesai. Bahkan dia menyatakan dirinya diperintahkan untuk menyerang Irak dan Afghanistan.
Kemudian melalui budaya Valentine day yang mereka usung dengan istilah kasih sayang. Valentine day itu sebenarnya merusak umat Islam.
Perang pemikiran dan budaya itu dimulai dengan pemahaman bahwa semua agama sama. Kalau semua agama sama maka bagi mereka mengikuti ibadah mereka tidak masalah. Shalat mulai ditinggal dan akhirnya mengikuti millah mereka.

Bagaimana dengan rencana transformasi 2020?
Mereka memang punya banyak program seperti itu. Jadi mereka mengagendakan bahwa pada tahun itu Indonesia sudah menjadi negeri Kristen. Bahkan mereka sudah membuat suatu program atau agenda, bahwa R1 itu harus Kristen. Makanya yang mereka lakukan saat ini adalah dengan kristenisasi untuk meningkatkan jumlah populasi. Setelah populasi meningkat, maka bukan tidak mungkin terjadi apa yang terjadi di Manokwari di mana mereka meminta Perda Injil. Kalau sudah begitu mereka terus menuntut dan menuntut, minta hak semakin banyak, termasuk di legislatif.

Bagaimana dengan isu toleransi yang mereka gembar gemborkan?
Kalau memang mereka toleransi kenapa mereka mengkristenkan orang Islam. Apa sih definisi toleransi. Itu yang harus kita tanya kepada mereka, kalau mereka mau jujur menjawab. Bagi kita definisi toleransi jelas seperti disampaikan dalam Alquran surat Al Kafirun. Lakum dinukum waliadin. Toleransi akan berubah menjadi intervensi kalau sudah masuk ke wilayah keyakinan yang beda. Jadi apa yang mereka lakukan itu bukan hanya intervensi tapi sudah melakukan pelanggaran HAM. Sebab apa? Di tanah air kita, kebebasan agama dijamin. Juga ada undang-undang yang menyatakan tidak boleh memaksakan agama kepada orang yang berlainan agama. Apa yang mereka lakukan jelas pemaksaan. Penipuan. Jadi apa yang mereka lakukan itu adalah pelanggaran hukum. Harusnya penegak hukum sudah punya alasan untuk menindak mereka. Kenapa mereka membaptis orang Islam, yang orang Islam sendiri tidak tahu itu pembaptisan. Melihat fakta ini, mereka yang sebenarnya sudah mempraktekkan hidup tidak bertoleransi itu. Bukan umat Islam.

Faktor apa yang menyebakan umat Islam termurtadkan?
Satu karena masalah kebodohan. Kedua adalah masalah kemiskinan. Kebodohan dalam arti kata, mereka rawan iman dan rawan akidah Islam. Kemudian kebodohan ilmu pengetahuan sehingga mereka tidak tahu mereka mau diapakan.

Lalu apa yang mesti kita lakukan?
Saya lebih menyerukan dalam hal ini kembali ke basic. Ibda' binafsika. Mulai dari diri kita sendiri melakukan pembenahan. Kewajiban kita bersama untuk membentengi akidah umat. Menyatakan yang hak itu hak, yang batil itu batil. Dan kita melaksanakan perintah Allah Quu anfusakun wa ahlikum naara. Ini kewajiban kita.

Perlukah kita memiliki negara yang melindungi Islam dalam arti sebenarnya?
Iya. Saat ini kita tidak memiliki kepemimpinan sentral. Saya menemukan contoh pembuktian konkret, ketika ada Imam Khomeini dulu, saya tidak berbicara suni-syi'ah---melihat buku the satanic verses, langsung beliau memberikan fatwa mati ke Salman Rusdhi. Berapa tahun kemudian itu sepi. Bukunya hilang, Salman Rushdinya hilang. Tapi setelah itu? Hujatan terhadap Islam kembali terjadi. Terakhir hujatan terhadap Nabi Muhammad melalui komik berbahasa Indonesia .

Artinya menjadi sangat urgen kepemimpinan Islam itu?
Iya. Kepemimpinan zaman dulu yang dikenal dengan khilafah itu sangat urgen. Sekarang Anda bandingkan, Katolik. Katolik meski mengalami perpecahan dengan adanya Protestan , tapi sampai hari ini tidak bisa disangkal Katolik masih kuat karena mempertahankan pemimpinnya.

Mereka mampu berarti kita juga bisa?
Kita mampu kalau kita bersatu. Kita tetap lakukan pembinaan dan terus memberi penyadaran pentingnya persatuan umat.[]
________________________________________

Menyingkap Fitnah dan Teror
Hj Irene Handono lahir dari ibu dan ayah yang beragama Katolik. Ia tumbuh dan berkembang dalam lingkungan tersebut . Ia pun sempat menjadi biarawati. Namun sejak tahun 1974-an, wanita kalahiran Surabaya, 30 Juli 1954, tidak lagi menjadi biarawati. Dirinya mengalami kebimbangan dengan agama yang dianutnya. Sehingga akhirnya sehari sebelum bulan suci Ramadhan tahun 1983, atas bimbingan KH Misbach dan KH Achmad Soedja'i, Irene pun mengucapkan kalimat syahadat.

“Sejak saat itulah saya menjadi muslimah, dan sejak itu pula bertubi-tubi hinaan, cemoohan, hujatan dan fitnah bahkan sumpah serapah dilontarkan bukan saja terhadap saya, tapi juga kepada Allah SWT yang saya sembah, Nabi Muhammad SAW yang saya cintai dan Islam yang saya yakini,” ujarnya. Teror demi teror, katanya, terus dia rasakan baik secara fisik maupun mental hingga sekarang. Saat ini Hj Irene Handono aktif berdakwah dan menjadi pengurus di berbagai lembaga Muslimah. Ia pun mendirikan sekaligus memimpin Irene Center, sebuah lembaga perbandingan agama dan pembinaan mualaf.

Karena merasakan kepedihan dan keprihatinan yang sangat mendalam Irene Handono pun akhirnya menulis sebuah buku yang berjudul, Menyingkap Fitnah dan Teror. Di buku itu, ia memaparkan siapa sesungguhnya Kristen dan Yahudi. Bagaimana sejarah mereka, apa program mereka, apa taget mereka dan bagaimana visi dan misinya. Ia pun memaparkan dalam buku itu bahwa fitnah dan teror itu telah menimpa Rasulullah SAW dan seluruh umatnya sampai hari ini. “Bagi saya semua teror itu membuktikan betapa benarnya ayat-ayat Allah, betapa mulia dan mahalnya Islam. Karena semakin banyak teror dilakukan, insya Allah semakin menguatkan iman saya,” tulisnya dalam buku setebal 295 halaman itu. [] pd

http://www.mediaumat.com/index.php?option=com_content&task=view&id=99&Itemid=2

21.7.09

"Atas nama CINTA dan ►

► yang penting adalah PERCAYA serta SETIA!"

More... klik di sini!


20.7.09

Nubuat-nubuat Kedatangan Nabi Muhammad s.a.w.

NUBUAT I
NABI MUSA MENUBUATKAN KEDATANGAN NABI MUHAMMAD S.A.W.

Ulangan 18:15-22
 (15) Bahwa seorang Nabi dari tengah-tengah kamu, dari antara segala saudaramu, dan yang seperti aku ini, yaitu akan dijadikan oleh Tuhan Allahmu bagi kamu, maka Dia patutlah kamu dengar.

(16) Setuju dengan segala yang telah kamu pinta kepada Tuhan Allahmu di Horeb, pada masa orang banyak itu ada berhimpun, katamu: Jangan kiranya kami mendengar pula bunyi suara Tuhan Allah kami dan api yang besar ini jangan kiranya kami lihat lagi, supaya jangan kami mati!

(17) Maka pada masa itu berfirmanlah Tuhan kepadaku: Benarlah kata mereka itu:

(18) Bahwa Aku akan menjadikan bagi mereka itu seorang Nabi dari antara segala saudaranya, yang seperti engkau; dan Aku akan memberi segala firmanku dalam mulutnya dan iapun akan mengatakan kepadanya segala, yang kusuruh akan dia.

(19) Bahwa sesungguhnya barangsiapa yang tiada mau dengar akan segala firmanku, yang akan dikatakan olehnya dengan Namaku, niscaya Aku menuntutnya kelak kepada orang itu.

(20) Tetapi adanya Nabi yang melakukan dirinya dengan sombong dan mengatakan firman dengan NamaKu, yang tiada kurusuh katakan, atau yang berkata dengan nama dewa-dewa, niscaya orang nabi itu akan mati dibunuh hukumnya.

(21) Maka jikalau kiranya kamu berkata dalam hatimu demikian: Dengan apakah boleh kami ketahui akan perkataan itu bukannya firman Tuhan adanya?

(22) Bahwa jikalau nabi itu berkata dengan Nama Tuhan, lalu barang yang dikatankannya itu tiada jadi atau tiada datang, yaitulah perkataan yang bukan firman Tuhan adanya, maka nabi itupun telah berkata dengan sombongnya, janganlah kamu takut akan dia.
Keterangan:

Ayat-ayat di atas ini adalah perkataan Nabi Musa yang diucapkannya di hadapan Bani Israil, tersebut dalam kitab Ulangan atau Taurat. Menurut keterangan Nabi Musa itu, Tuhan telah berjanji kepada Bani Israil akan menjadikan seorang Nabi dari antara segala saudaranya yang seperti Musa. Penulis-penulis dari kalangan umat Islam telah menyatakan bahwa Nabi yang dijanjikan Tuhan itu ialah Nabi Muhammad s.a.w.. Keterangannya sebagai berikut:

Setelah Nabi Musa menyampaikan janji itu, Bani Israil telah menunggu-nunggu kedatangan Nabi tersebut. Hingga berapa lama mereka menunggu kedatangannya, dapat diketahui dari penjelasan Injil Yahya pasal 1 yang berikut:
(19) Maka inilah kesaksian Yahya itu, tatkala orang Yahudi menyuruhkan beberapa imam dan orang Lewi dari Jerozalem akan bertanya kepadanya demikian: Siapakah engkau?

(20) Maka mengakulah ia, dan tiada ia bersankal; maka mengakulah ia demikian: "Aku ini bukannya Kristus itu".

(21) Maka bertanyalah mereka itu kepadanya: "Kalau begitu, siapakah engkau? Engkaukah Elias?" Maka katanya: "Bukan".
Soal jawab di atas ini terjadi ketika Nabi Yahya datang sebagai utusan Tuhan. Orang-orang Yahudi menyuruh utusannya datang menemui Nabi Yahya hendak bertanyakan, siapakah dia. Dari tanya-jawab itu ternyata bahwa orang-orang Yahudi pada waktu kedatangan Nabi Yahya itu masih menunggu-nunggu kedatangan tiga orang yang telah dijanjikan Tuhan, yaitu: Kristus, Elias dan Nabi itu.

Dalam Injil Yahya pasal 1 tersebut lagi:
(24) Adapun orang yang disuruh itu orang Parisi.

(25) Maka mereka itu menanya dia, serta berkata kepadanya: "Jikalau engkau ini bukan Kristus, dan bukan Elias, dan bukan nabi itu, apakah sebabnya engkau membaptiskan orang?"
Pertanyaan orang Parisi kepada Nabi Yahya diatas ini menunjukkan juga bahwa orang Yahudi di zaman Nabi Yahya masih menunggu kedatangan tiga orang yang tersebut tadi, yaitu: Kristus, Elias dan Nabi itu. Diantara pertanyaan yang dimajukan utusan itu masih disebut: "Engkaukah Nabi itu?" Pertanyaan ini menunjukkan bahwa Nabi "itu", yakni Nabi yang ditunggu-tunggu orang Yahudi kedatangannya karena telah dinubuatkan Nabi Musa, masih belum datang hingga pada zaman Nabi Yahya, karena mereka masih menanyakan kepadanya. Nabi Yahya hidup semasa dengan Yesus.

Menurut kepercayaan orang Kristen, Kristus itu telah datang yaitu Nabi Isa atau Yesus. Dan menurut Injil, Elias itu telah datang juga, yaitu Nabi Yahya sendiri. Yesus memberi keterangan menurut Injil sebagai berikut: "Dan jikalau kamu menerima itu: ia inilah Elias, yang akan datang itu". (Matius 11:14)

Dalam Injil Matius tersebut lagi:
(10) Maka murid-muridnyapun bertanya kepadanya sambil berkata: "Apakah sebabnya segala ahli Torat mengatakan, bahwa tak dapat tiada Elias akan datang dahulu?"

(11) Maka jawab Yesus, katanya: "Memang Elias itu sudah datang, maka tiadalah dikenal orang akan dia, melainkan mereka itu melakukan keatasnya sekehendak hatinya. Demikian juga Anak-manusiapun akan dianiayakan orang".

(13) Maka barulah murid-murid itu mengerti, bahwa ia mengatakan keapdanya tentang hal Yahya Pembaptis.
Dari pada keterangan diatas ini diketahui bahwa menurut Injil dua orang diantara tiga orang yang ditunggu-tunggu mereka kedatangannya itu telah datang, yaitu Kristus dan Elias. Yang masih belum datang, seorang lagi yaitu: "Nabi itu". Dengan demikian diketahui bahwa Nabi itu masih belum datang hingga pada zaman Nabi Yahya dan Yesus, Dan kedatangannya itu diketahui dari keterangan diatas sesudah zaman Nabi Yahya dan zaman Yesus. Hal ini sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w. karena ia datang sesudah zaman mereka yang tersebut.

Apakah tanda Nabi itu? Dalam keterangan yang telah dikemukakan diatas, disebutkan: "Bahwa Aku akan menjadikan bagi mereka seorang Nabi dari antara segala saudaranya, yang seperti engkau". Keterangan ini menyatakan bahwa Nabi yang akan dijadikan itu, ialah: "Dari antara segala saudaranya", yaitu dari antara segala saudara Bani Israil. Dan "yang seperti engkau", yaitu yang seperti Nabi Musa.

Daripada keterangan itu diketahui bahwa Nabi yang akan dibangkitkan itu adalah dari antara segala saudara Bani Israil, tidak dari Bani Israil. Bani Ismail adalah bersaudara dengan Bani Israil. Dalam kitab Kejadian pasal 16 dan pasal 17 diterangkan bahwa Nabi Ibrahim telah mendapat seorang anak dari Hagar, dinamai Ismail. Kemudian Nabi Ibrahim mendapat anak lagi dari Sarah, dinamai Ishak. Seterusnya Ishak mendapat anak dari isterinya Ribkah, dinamai Yakub (Lihat Kejadian 25:26). Kemudian Tuhan mengganti nama Yakub dengan Israil (Lihat Kejadian 35:10).Turunan Nabi Ibrahim dari anaknya Ismail disebut Bani Ismail. Dan turunnya dari cucunya Israil *Yakub) disebut Bani Israil. Daripada keterangan ini diketahui bahwa Bani Ismail bersaudara dengan Bani Israil. Dengan demikian nyatalah bahwa tanda ini telah sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w., karena ia adalah turunan dari Bani Ismail yang bersaudara dengan Bani Israil. Dan seterusnya hal ini telah sesuai lagi dengan janji Tuhan yang menyatakan bahwa Ia akan menjadikan Ismail "suatu bangsa yang besar" (Lihat Kejadian 17:20 dan 21:18).

Tanda yang kedua ialah Nabi itu seperti Nabi Musa. Tanda ini telah sesuai kepada nabi Muhammad s.a.w. karena ia serupa dengan Nabi Musa. Mereka sama-sama ber-ibu dan berbapa. Sama-sama beristeri dan beranak. Sama-sama menjadi Nabi dan Rasul. Sama-sama mempunyai kitab suci, yaitu Taurat dan Al Qurän. Sama-sama wafat tidak terbunuh. Sama-sama dikuburkan di bumi. Dan banyak lagi keserupaannya.

Firman Tuhan dalam Al Qurän:
Sesungguhnya Kami telah mengutus kepada kamu seorang Rasul (Nabi Muhammad) yang menjadi saksi atas kamu, seperti Kami telah mengutus kepada Fir’aun seorang Rasul (Nabi Musa). (Surah Al Muzammil 15)
Keterangan lanjutan (Ulangan 18):

Dalam ayat 15 tersebut bahwa Nabi itu akan dijadikan Tuhan "dari tengah-tengah kamu". Yaitu dari tengah-tengah Bani Israil atau bangsa Yahudi. Hal itu sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w., karena negeri Medinah tempat Nabi Muhammad s.a.w. adalah terletak di tengah-tengah kampung-kampung orang Yahudi, yaitu suku Bani Nadlir, suku Bani Quraizhah dan suku Bani Qainuqa.

Dalam ayat 18 tersebut "Aku akan memberi segala firmanku dalam mulutnya". Keterangan ini sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Firman itu diberikan kepadanya hanya merupakan bacaan yang dihafalkan pada mulutnya, karena ia tidak tahu membaca. Kemudian barulah orang disuruhnya menuliskannya.

Dalam ayat 19 tersebut "segala firmanku, yang akan dikatakan olehnya dengan Namaku". Keterangan ini sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Kitab suci Al Qurän sebagai firman Tuhan telah dikatakannya dan dimulainya surah-surahnya sebanyak 113 surah dengan nama Tuhan, yaitu:

Bismillahirrahmanirrahim... yang artinya: "Dengan nama Allah yang Pengasih yang Penyayang."
Dalam ayat 20 tersebut "Nabi yang melakukan dirinya dengan sombong dan mengatakan firman dengan Namaku, yang tiada kusuruh katakan, atau yang berkata dengan nama dewa-dewa, niscaya orang Nabi itu akan mati dibubuh hukumnya". Menurut keterangan ini Nabi yang tidak benar akan mati dibunuh hukumnya. Nabi Muhammad s.a.w. tidak mati dibunuh, maka nyatalah bahwa ia seorang Nabi yang benar. Bahkan Al Qurän telah memberikan jaminan bahwa ia tidak akan mati dibunuh manusia. FirmanNya.
"Dan Allah, memeliharakan engkau dari pada manusia". (Surah Al Maidah 70)
Dalam sejarah telah dinyatakan bahwa musuh-musuh Islam telah berkali-kali mencoba hendak membunuh Nabi s.a.w., baik pada waktu aman maupun pada waktu perang, tetapi semuanya itu tidak berhasil. Tuhan telah memenuhi janjiNya, Nabi Muhammad s.a.w. diselamatkanNya dari pembunuhan manusia, sesuai dengan janji yang telah tersebut didalam Al Qurän dan kitab Ulangan tadi.

Dalam ayat 22 diterangkan tanda Nabi yang yang dusta "bahwa jikalau nabi itu berkata dengan Nama Tuhan, lalu barang yang dikatakannya itu tiada jadi atau tiada datang, yaitulah perkataan yang bukan firman Tuhan adanya".

Tanda Nabi dusta ini amat jauh daripada Nabi Muhammad s.a.w. Segala sesuatu yang dikatakannya atas Nama Tuhan, semuanya telah datang dan telah jadi, kecuali yang waktunya belum tiba, seperti terjadinya hari kiamat. Hal-hal yang akan datang yang disabdakan Nabi Muhammad s.a.w. atau yang tersebut didalam Al Qurän yang telah jadi amat banyak.


Penolakan pendapat pihak Kristen

Pihak Kristen menyebut Nabi yang dijanjikan Tuhan dalam kitab Ulangan itu ialah Yesus Kristus. Dr. D. Bakker menulis: "Hal Tuhan Yesus menjadi nabi itu disebutkan dalam kitab Ulangan 18:15 – 18 dan Kisah Rasul-Rasul 3:22"1) Pendapat pihak Kristen ini tidak benar.

Di atas telah diterangkan, Nabi yang akan dijadikan Tuhan itu adalah: "dari antara segala saudara Bani Israil" dan "yang seperti Musa".

Menurut Injil, Yesus Kristus adalah turunan Bani Israil. Lihat silsilah turunannya dalam Injil Matius pasal 1 dan Injil Lukas pasal 3. Dalam Injil Matius 1:1 tersebut: "Maka inilah silsilah Yesus Kristus, yaitu anak Daud". Daud adalah Bani Israil, sebab itu yesus Kristus adalah Bani Israil juga. Sedang Nabi yang akan dijadikan Tuhan itu bukan dari Bani Israil, tetapi dari antara segala saudara Bani Israil. Dengan demikian diketahui bahwa Nabi yang akan dijadikan itu bukan Yesus Kristus.

Seterusnya, Nabi yang akan dijadikan Tuhan itu adalah: "yang seperti Musa." Menurut Alkitab, diantara Bani Israil tidak akan dibangkitkan lagi seorang Nabi yang seperti Musa. Dalam kitab Ulangan tersebut:
"Maka diantara orang Israil tiada berbangkit pula seorang nabi yang seperti Musa, yang dikenal Tuhan muka dengan muka". (Ulangan 34:10).
Oleh karena Yesus dari Bani Israil, maka nyatalah bahwa Nabi yang akan dijadikan Tuhan itu bukan Yesus.

Seterusnya lagi, berdasarkan kepercayaan orang Kristen Yesus tidak seperti Nabi Musa. Menurut kepercayan orang Kristen Yesus adalah Tuhan, mati tersalib dan terkutuk. (Lihat Galatia 3:13). Sedang Musa tidak demikian. Nabi Musa hanya seorang hamba Allah, tidak mati tersalib dan tidak terkutuk. Nabi Musa adalah berbapa, sedang Yesus sebagai manusia tidak berbapa. Dan banyak perbedaannya yang lain-lain lagi.

Menurut ayat 20 dinyatakan Nabi yang mengatakan firman dengan Nama Tuhan yang tidak disuruhNya katakan akan mati dibunuh hukumnya. Nabi Muhammad s.a.w. tidak mati dibunuh, sedang Yesus menurut kepercayan orang Kristen mati dibunuh. Jika nubuat tersebut digunakan untuk Yesus, maka jadilah Ia Nabi yang tidak benar karena ia telah mati dibunuh.

Dr. Mr. D.C. Mulder menulis:

"Perlu diperhatikan disini peraturan tentang nabi dalam ps 18:15 – 22. Ayat-ayat ini sering ditafsirkan oleh penafsir-penafsir Kristen sebagai nubuat tentang Nabi Muhammad. Akan tetapi bagian ini tidak membicarakan seorang nabi yang khusus, melainkan jabatan nabi pada umumnya; diterangkan disini bagaimana seorang nabi benar dapat dibedakan dari pada seorang nabi palsu".2)

Apabila uraian yang telah dikemukakan diatas diperhatikan, nyatalah bahwa apa yang dikemukakan oleh Dr. Mulder itu tidak benar. Ayat-ayat kitab Ulangan tersebut adalah menubuatkan kedatangan seorang Nabi yang khusus dengan menerangkan sifat-sifat dan tanda-tandanya. Orang Yahudi sendiri telah menunggu-nunggu kedatangannya hingga berabad-abad lamanya sesudah Nabi Musa seperti yang dinyatakan oleh ayat-ayat Injil yang telah dikemukakan diatas. Nubuatan itu tidak diraggukan lagi adalah mengenai kedatangan Nabi Muhammad s.a.w.

Dengan keterangan diatas ini nyatalah bahwa Nabi yang dinubuatkan Nabi Musa dalam kitab Ulangan itu ialah Nabi Muhammad s.a.w., bukan Yesus.


NUBUAT II
NABI MUSA MENUBUATKAN NAMA TEMPAT KEDATANGAN NABI MUHAMMAD S.A.W.

Ulangan 33:1-2
(1) Bermula, maka inilah berkat yang telah diberi oleh Musa, khalil Allah, kepada segala Bani Israil dahulu dari pada matinya:

(2) Maka katanya: Bahwa Tuhan telah datang dari Torsina dan telah terbit bagi mereka itu dari Sierl; kelihatanlah ia dengan gemerlapan cahayanya dari gunung Paran, lalu datang hampir dari bukit Kedes; maka pada kanannya tiang api bagi mereka itu.
Keterangan:

Syech Rahamatullah menerangkan dalam Izhar-ul Haqq 2:137 bahwa yang dimaksudkan dengan "Tuhan telah datang dari Torsina", ialah Tuhan memberikan Taurat kepada Nabi Musa. Dan yang dimaksudkan dengan "telah terbit bagi mereka itu dari Seir", ialah Tuhan memberi Injil kepada Isa. Dan yang dimaksudkan dengan "kelihatanlah Ia dengan gemerlapan cahayanya dari gunung Paran", ialah Tuhan menurunkan Al Qurän kepada Nabi Muhammad s.a.w. Jadi "Torsina", "Seir" dan "Paran" adalah nama tempat-tempat Nabi-nabi tersebut menerima ajaran dari Tuhan.

Gunung Paran ialah sebuah gunung di negeri Mekah. Dalam kitab Kejadian diceritakan tentang hal Hagar dengan anaknya Ismail sebagai berikut:

Kejadian 21: 19-21
(19) Maka dicelikkan Allah akan mata Hagar, sehingga terlihatlah ia akan suatu mata air, lalu pergilah ia mengisikan kirbat itu dengan air, diberinya minum akan budak itu.

(20) Maka disertai Allah akan budak itu sehingga besarlah ia, lalu iapun duduklah dalam padang belantara dan menjadi seorang pemanah.

(21) Maka duduklah ia dalam padang belantara Paran dan diambil oleh ibunya akan dia seorang perempuan dari tanah Mesir akan isterinya.
Dalam ayat-ayat yang tersebut di atas ini diceritakan tentang Hagar dengan anaknya, yaitu Nabi Ismail. Dalam ayat 21 diterangkan bahwa Ismail duduk dipadang belantara Paran. Menurut sejarah, Ismail tinggal duduk di negeri Mekah. Mata air yang dilihat Hagar itu ialah "mata air Zamzam" yang hingga kini terus menerus mengeluarkan airnya sebagai sebuah telaga di dekat Bait Allah di dalam mesjid Mekah. George Zaidan, seorang pengarah Kristen Katolik di Mesir, menerangkan di dalam bukunya Al Arab gabl-al Islam (Arab sebelum Islam), bahwa Paran itu adalah padang belantara Paran itu ialah negeri Mekah. Dan gunung Paran itu nama gunung di Mekah.

Seterusnya dalam kitab Habakuk tersebut lagi sebagai berikut:
(3) Bahwa Allah datang dari Teman dan Yang Maha Suci dari pergunungan Paran. Salah! Maka kemuliannya menudungilah segala langit dan bumipun adalah penuh dengan pujinya. (Habakuk 3:3)
Dalam ayat ini dinyatakan lagi bahwa Yang Maha Suci datang dari pergunungan Paran. Dan bumi pun penuh dengan pujinya. Nabi Muhammad s.a.w. telah datang dari pergunungan Paran di tanah Mekah dan umat Islam telah memenuhi seluruh permukaan bumi dengan pujinya, sesuai dengan apa yang telah diterangkan dalam kitab Perjanjian Lama diatas.


NUBUAT III
YESUS MENUBUATKAN KEDATANGAN NABI MUHAMMAD S.A.W. DALAM INJIL YAHYA

Dalam Injil Yahya pasal 14 tersebut:
(15) Jikalau kamu mengasihi Aku turutlah segala hukumku.

(16) Dan Aku akan mintakan kepada Bapa, maka Ia akan mengaruniakan kepadamu Penolong yang lain, supaya ia menyertai kamu selama-lamanya.

(17) Yaitu Roh kebenaran, yang dunia ini tiada dapat menyambut oleh sebab tiada ia nampak Dia, dan tidak kenal Dia; tetapi kamu ini kenal Dia, karena Ia tinggal beserta dengan kamu, dan Ia ada didalam kamu.

(26) Tetapi Penolong itu, yaitu Rohulkudus, yang akan disuruhkan oleh Bapa atas Namaku, ialah akan mengajarkan kepadamu segala perkara itu, dan akan mengingatkan kamu segala sesuatu yang Aku sudah katakan kepadamu.
Dalam Injil Yahya pasal 14 tersebut:
(26) Akan tetapi apabila datang Penolong yang akan Kusuruhkan kepadamu dari Bapa, yaitu Roh kebenaran yang keluar dari pada Bapa itu, ialah akan menyaksikan dari halku.

(27) Dan kampun akan menjadi saksiku, oleh sebab kamu telah ada bersama-sama dengan Aku dari mulanya.
Dalam Injil Yahya Pasal 16 tersebut:
(7) Tetapi Aku ini mengatakan yang benar kepadamu, bahwa berfaedahlah bagi kamu jikalau Aku ini pergi, karena jikalau tiada Aku pergi, tiadalah Penolong itu akan datang kepadamu; tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan menyuruhkan Dia kepadamu.

(8) Apabila Ia datang maka Ialah akan menerangkan kepada isi dunia ini dari hal dosa dan keadilan dan hukuman.

(9) Dari hal dosa, sebab tiada mereka itu percaya akan Daku,

(10) dari hari keadilan, sebab Aku pergi kepada Bapa dan tiada lagi kamu melihat Aku.

(11) dari hal hukuman, sebab penghulu dunia ini sudah dihukumkan.

(12) Banyak lagi perkara yang Aku hendak katakan kepadamu, tetapi sekarang ini tiada dapat kamu menanggung dia.

(13) Akan tetapi apabila Ia sudah datang, yaitu Roh kebenaran, maka Iapun akan membawa kamu kepada segala kebenaran; karena tiada Ia berkata-kata dengan kehendaknya sendiri, malinkan barang yang didengarnya itu juga akan dikatakannya; dan dikhabarkannya kepadamu segala perkara yang akan datang.

(14) Maka Ia akan memuliakan Aku, karena Ia akan mengambil dari pada hak Aku, lalu mengabarkannya kepada kamu.
(15) Segala sesuatu yang hak Bapa itu juga hak Aku, oleh sebab itu Aku berkata, bahwa diambilnya dari pada hak Aku, lalu dikhabarkannya kepadamu.
Keterangan:

Menurut keternagan Injil Yahya yang tersebut diatas ini, Yesus telah menubuatkan kedatangan "Penolong yang lain". Penulis-penulis Islam telah menyatakan bahwa yang dimaksudkan dengan Penolong yang lain itu ialah Nabi Muhammad s.a.w.1)

Penterjemah-penterjemah Injil dari golongan Kristen telah mengobah-obah terjemahan kata "Penolong" itu. Dalam Alkitab (Bibel) bahasa melayu hurup Laten yang dicetak oleh Nederlandsch Bijbelgenotschap di Amsterdam tahun 1927 dan disiarkan di Indonesia sebelum perang dunia yang lalu, kata "Penolong" itu diterjemahkan dengan "Penghibur". Dalam "Wasiat yang baharu" bahasa Melayu huruf Arab yang diterbitkan oleh Nederlandsch Bijbelgenotschap tahun 1889 diterjemahkan dnegan "Penghibur" juga. Dalam Injil Yahya bahasa Arab yang ada pada saya kini, perkataan itu diterjemahkan dengan "Al Mu’azzi" (Penghibur). Dalam terjemahan bahasa Arab yang lain disebutnya dengan "Faraqlieh". Dr. G.C. Niftrik/Ds. B.J. Boland dalam Dogmatika Masakini menyebutnya dengan "Penghibur"2) Dalam Alkitab yang diterbitkan Lembaga Alkitab Indonesia di Jakarta tahun 1958 menyebutnya dengan "Penolong". Prof. Dr. J.H. Bavinck dalam Sejarah Kerajaan Allah II menerangkan bahwa kata "Penolong itu dalam bahasa Yunani ialah paraklétos"3). Seterusnya katanya: "Orang Islam sering manafsirkan ayat itu pada Muhammad. Mereka itu katakan, bukan paraklétos = (Penolong) yang tertulis disana, tetapi periklutos (= yang termasyur, yang terpuji). Dalam bahasa Arab periklutos dapat disalin dengan Ahmed."

Seterusnya Dr. J. Verkuyl menulis lagi:

"Kata Ahmad dalam bahasa Yunani ialah Periklétos". 5)

Mengenai nama-nama dalam Alkitab, selalu orang berhadapan dengan kesulitan, karena penulis-penulis Injil acap kali menterjemahkan nama-nama yang seharusnya ditulis dalam bahasa asli dan tidak diterjemahkan. Yesus berbicara dalam bahasa Ibrani, tidak dalam bahaya Yunani. Hal itu dapat dibuktikan dengan beberapa perkataan yang disebut atas nama yesus yang masih tercantum dalam Injil menurut bahasa aslinya. Misalnya Matius 27:46 menyebut perkataan Yesus: "Eli, Eli lama Sabchtani", yaiatu dalam bahasa Ibrani.

Penterjemah-penterjemah Injil menterjemahkan nama-nama yang seharusnya dituliskan menurut aslinya, sehingga menjadikan suatu nama yang benar-benar tidak pernah dikenal di zaman Yesus. Misalnya nama Simon yang disebut Yesus dengan Kepas (Yahya 1:42) yang berarti "karang" atau "batu". Kemudian nama "Kepas" itu diterjemahkan kedalam bahasa Yunani dengan kata "Peterus" yang barti "batu". Seterusnya disebut dalam Alkitab dan dalam kalangan kaum Kristen dengan sebutan "Peterus". Yesus sendiri dan orang-orang dizaman Yesus tidak pernah mengenal seorang yang bernama Peterus sebagai murid Yesus, karena Yesus hanya menyebutnya dengan "Kepas", tidak dengan "Peterus".

Demikian pula mengenai Yesus sendiri. Ia tidak pernah menyebut dirinya "Kristus". Dan orang-orang yang hidup pada zamannya tidak mengenal juga seorang yang disebut Kristus. Kata Kristus itu adalah terjemahan dari perkataan Ibrani Messias (Almasih) yang dalam bahasa Yunani disebut "Kristus:. Maka nama-nama yang asli itu telah ditinggalkan, lalu diganti dengan terjemahannya belaka.

Diantara nama-nama yang telah ditinggalkan itu ialah kata "Penolong" atau "Penghibur", yang tersebut dalam Injil Yahya pasal 14, 15 dan 16. Menurut pihak Kristen kata "Penolong" itu dalam bahasa Yunani "Paraklétos". Di samping itu ada pendapat yang menyebut bahwa kata asalnya dalam bahasa Yunani "Periklétos", yang artinya dalam bahasa Arab "Ahmad", yaitu satu diantara nama Nabi Muhammad s.a.w. Sedang bunyi kata yang asli dalam bahasa Ibrani yang diucapkan Yesus dan kini diganti dengan sebutan "Paraklétos" atau "Periklétos", tidak dapat diketahui lagi, karena Injil Yahya yang menuliskan kata nubuatan yang diucapkan Yesus itu tidak menuliskannya kata nubuatan yang diucapkan Yesus itu tidak menuliskannya dalam bahasa Ibrani.6) Adapun kemungkinan terjadi perubahan dalam membacakan bunyi beberapa huruf sehingga "Periklétos" (Ahmad) menjadi "Paraklétos", tidaklah suatu hal yang mengherankan dalam Alkitab. Barang siapa suka membanding-bandingkan nama-nama yang tercantum dalam Alkitab, ia akan menjumpai sejumlah besar perubahan dalam menyebutkan sesuatu nama. Sebagai misal, dapatlah dilihat pada nama-nama yang tercantum dalam silsilah yesus. (Lihat Lampiran II)

Selanjutnya mungkin pula penyelewengan dalam pentermahan telah terjadi. Sebagai misal, kata "almah" dalam bahasa Ibrani yang tesebut dalam kitab Yesaya pasal 7 ayat 14 yang dihubungkan dengan Matius 1:23. Penulis Injil itu telah menterjemahkannya dengan "anak dara’ supaya dapat disesuaikan kepada Maryam ibu Yesus yang disebut melahirkan Yesus sebagai anak dara. Seang arti yang sebenarnya "wanita muda" atau "anak perempuan yang dewasa", baik ia sudah kawin atau tidak. Maka disini telah terjadi penyelewengan yang dilakukan penulis Injil itu dalam penterjemahan. Keterangan lebih lanjut mengnai penyelewengan ini dapat dibaca dalam Lampiran IV.

Selanjutnya, andai kata asal perkataan tersebut dalam bahasa Yunani Paraklétos dan diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia dengan "Penolong" atau "Penghibur" atau "seorang yang jadi pembela dalam suatu perkara dihadapan hakim", seperti yang disebutkan oleh Dr. J. Verkuyl, nubuatan itu sesuai juga kepada Nabi Muhammad s.a.w. Sebab dalam nubuatan tersebut telah diterangkan berbagai sifat yang harus menyertai Penolong atau Penghibur itu. Sifat-sifat itu adalah sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w.

Nabi Muhammad s.a.w. sebagai seorang Nabi yang datang kemudian Yesus, adalah seorang Penolong yang lain yang diutus Tuhan untuk memberikan pertolongan bagi manusia dalam jalan menyelamatkan diri mereka dari berbagai bahaya yang akan menyesatkannya. Agama Islam yang disampaikan Nabi Muhammad s.a.w. adalah mengandung berbagai ajaran yang memberikan pertolongan kepada mereka.

Nabi Muhammad s.a.w. sebagai seorang Nabi yang datang kemudian Yesus, adalah seorang pembera dalam suatu perkara dihadapan hakim. Nabi Muhammad s.a.w. akan menjadi pembela bagi manusia dihari akhirat dalam pengadilan di Mahkamah Illahi. Pembelaan itu disebut dengan "syafa’at". Dalam ajaran agama Islam disebutkan satu diantara tugas Nabi Muhammad s.a.w. ialah Pemberi syafa’at dan Pembelaan bagi manusia dihadapan Pengadilan Illahi dihari akhirat.

Seterusnya sifat-sifat yang tersebut dalam nubuatan itu telah sesuai juga kepada Nabi Muhammad s.a.w. Keterangannya sebagai berikut:

Yesus menyebutkan Penolong yang lain itu, "menyertai kamu selama-lamanya" (14:16). Ini menyatakan bahwa Penolong itu adalah nabi yang terakhir, tidak ada Nabi baru lagi yang akan datang kemudiannya. Dengan demikian jadilah agama dan ajaran yang disampaikannya menjadi petunjuk yang menyertai manusia selama-lamanya, yaitu hingga hari kiamat. Sifat ini sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w., karena ia adalah nabi yang terakhir. Firman Tuhan:
"Dan Muhammad penghabisan Nabi-nabi" (Al Ahzab 40).
Oleh kaena yang dimaksudkan dnegan kedatangan Nabi-nabi itu ialah agama dan ajaran yang dibawanya, maka dapatlah dianggap bahwa Nabi Muhammad s.a.w, adalah menyertai manusia selama-lamanya, karena agama dan ajarannya itu menyertai mereka selama-lamanya.

Penolong itu disebutnya: "Roh Kebenaran" dan "Roh Kudus" (14:17 dan 26). Dalam Al Qurän surah Al Baqarah ayat 87 dan 253, Nabi Isa telah diberi Tuhan kekuatan dengan Roh Kudus, artinya Roh Suci. Menurut tafsiran kaum muslimin Roh Kudus itu ialah malaikat Jibrail. Maka penolong itu disebut Roh Kudus artinya ia disertai malaikat Jibaril yang senantiasa menyampaikan wahyu kepadanya. Keterangan ini sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w. karena ia disertai malaikat Jibrail yang senantiasa menyampaikan wahyu kepadanya.

Seterusnya telah diterangkan lagi bahwa sebagian ahli tafsir menyatakan bahwa yang dimaksudkan dengan Roh Kudus itu ialah "roh yang suci". Kepada Nabi-nabi telah diberikan Tuhan kekuatan dengan mensucikan "roh-nya". Sebagian ahli tafsir menyatakan lagi bahwa Roh Kudus itu ialah kitab Injil yang diwahyukan Tuhan kepada Nabi Isa, karena dengan ajaran kitab itu roh manusia dapat disucikan. Penafsiran Roh Kudus seperti yang tersebut adalah seusai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Ia sebagai Nabi telah dikurniakan Tuhan kepadanya "roh yang suci" dan telah diwahyukan kepadanya kitab Al Qurän yang dapat mensucikan roh dan jiwa manuisa. Jadi Penolong itu disebut Roh Kudus, karena ia mempunyai roh yang suci atau mempunyai kitab yang ajarannya dapat mensucikan roh manusia. Penolong itu disebut lagi Roh kebenaran, karena ia membawa manusia kepada segala kebenaran. Sifat ini seusai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Ia sebagai Nabi adalah bertugas untuk membawa manusia kepada segala kebenaran itu. Adapun mengenai penafsiran orang Kristen bahwa yang dimaksudkan dengan Roh Kudus dalam Injil itu ilah oknum Tuhan yang ketiga, maka mengenai hal ini akan diberikan penjelasan lebih lanjut lagi.

Yesus menerangkan Penolong itu: "ialah akan menyaksikan dari halku" (15:26). Sifat ini sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Ia telah memberikan kesaksian yagn sebenar-benarnya tentang hal Yesus dan telah mengkoreksi berbagai ajaran yang tidak benar yang disebut orang mengenai hal Yesus. Ia telah menyaksikan bahwa Yesus hanya seorang Rasul kepada Bani Israil, bukan Tuhan, bukan anak Tuhan dan tidak mati disalibkan.

Yesus menerangkan bahwa Penolong itu: "Ialah akan menerangkan kepada isi dunia dari hal dosa dan keadilan dan hukuman" (16:8). Ini menunjukkan bahwa Penolong itu akan menjadi utusan Tuhan kepada seluruh bangsa-bangsa di dunia. Dalam ajarannya akan dinyatakan tentang hal dosa, keadilan dan hukuman. Sifat-sifat ini seusai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Ia telah diutus Tuhan menjadi Nabi dan Rasul kepada seluruh manusia di dunia. Firman tuhan dalam Al Qurän:
Dan tidak Kami utus engkau (Muhammad) melainkan kepada manusia semuanya untuk memberi kabar gembira dan peringatan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (Surah Saba’ 28).
Sabda Nabi Muhammad s.a.w.:
Dan aku diutus kepada manusia semuanya. (Riwayat Al Buchari)
Seterusnya dalam agama yang diajarkannya, Nabi Muhammad s.a.w. telah menerangkan kepada isi dunia dari hal dosa dan keadilan dan hukuman.
Yesus menerangkan: "banyak lagi perkara yang Aku hendak katakan kepadamu, tetapi sekarang ini tidak dapat kamu menanggung dia. Akan tetapi apabila Ia sudah datang, yaitu Roh kebenaran, maka Iapun akan membawa kamu kepada segala kebenaran". (16:12 – 13)
Keterangan ini menyatakan bahwa ajaran yang akan dibawa Penolong itu lebih banyak daripada yang telah diajarkan Yesus. Ajaran-ajaran itu belum dapat mereka menanggungnya pada zaman Yesus. Keterangan Yesus ini sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Ia telah datang membawa ajaran yang amat banyak yang belum pernah diajarkan Yesus sendiri. Ia telah datang membawa manusia kepada segala kebenaran mengenai keimanan, ibadat, hukum muamalat, hukum perkawinan, hukum pidana, hukum-hukum yang berhubung dengan kenegaraan, hal budi pekerti dan lain-lain sebagainya yang belum sanggup manusia menanggungnya pada zaman Yesus.

Seterusnya Yesus menyebut Penolong itu: "tiada ia berkata-kata dengan kehendaknya sendiri, melainkan barang yang didengarnya itu juga akan dikatakannya" (16:13). Keterangan ini sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Ia tidak berkata-kata dengan kehendaknya sendiri, melainkan barang yang didengarnya sebagai wahyu dari Tuhan, itulah yang dikatakannya. Firman Tuhan:
Ia (Muhammad) tidak berkata-kata dengan kehendak hatinya. Tiada ada yang dikatakannya itu kecuali wahyu yang diwahyukan kepadanya. (Surah An Najmi: 3-4)
Yesus menyebut lagi: "dikhabarkannya kepadamu segala perkara yang akan datang" (16:15). Keterangan ini sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Ia telah mengabarkan kepada manusia segala perkara yang akan datang. Huzaifah r.a. telah menerangkan sebagai berikut:
Ia (Muhammad) telah berdiri pada kami di satu tempat. Tidak ada ditinggalkannya suatu jua yang ada pada tempatnya itu hingga hari kiamat melainkan telah diceritakannya. Mengingat akan dia orang yang masih mengingatnya dan lupa akan dia oleh orang telah lupa. (Riwayat Al Buchari dan Muslim)
Diantara perkara yang akan datang yang dikhabarkan Nabi Muhammad s.a.w. dapat dibaca pada Lampiran II.

Dari pada keterangan yang telah diuraikan diatas dapatlah diketahui dengan jelas bahwa nubuatan itu telah sesuai benar-benar kepada Nabi Muhammad s.a.w.


BEBERAPA PENJELASAN

Di samping keterangan yang telah dikemukakan diatas, perlu lagi diberikan beberapa penjelasan mengenai hal-hal yang mungkin menimbulkan kesulitan dalam memahamkan ayat nubuatan tersebut:

Pada pasal 14 ayat 17 dan pasal 15 ayat 26 dijelaskan bahwa Penolong itu ialah Roh kebenaran. Dan pada pasal 14 ayat 26 dijelaskan lagi bahwa Penolong itu ialah Roh Kudus. Menurut pengertian orang Kristen Roh kebenaran atau Roh Kudus itu adalah satu diantara oknum Tuhan yang dianggap sebagai Tuhan. Dengan demikian nyatalah bahwa kedatangan Penolong itu bukan kedatangan seorang Nabi, tetapi kedatangan Roh Kudus yang menjadi oknum Tuhan.

Mengenai hal ini hendaklah diketahui bahwa menurut orang Kristen Roh Kudus itu disebut juga dalam Alkitab dengan Roh Allah. K. Riedel menafsirkan Roh Allah yang tersebut dalam Matius 3:16 dan Markus 1:10 dengan Roh Kudus. Jadi Roh Allah itu ialah Roh Kudus. Menurut Alkitab Roh Allah itu tidak selamanya ditafsirkan orang Kristen dengan oknum Tuhan. Misalnya perkataan "Roh Allah melayang-layang diatas muka air" yang tersebut dalam kitab Kejadian 1:2, oleh sekelompok penafsir, umpamanya G.V. Rad, mengartikan "Roh Allah" seperti angin ribut yang merupakan ssebagian dari kekacauan.7) Demikian juga ayat-ayat yang berikut menyatakan bahwa Roh Allah atau Roh Kudus itu tidak selamanya ditafsirkan orang Kristen dengan oknum Tuhan:

Dalam Yehezkiel 37:14 diterangkan beribu-ribu orang yang mati telah dihidupkan Tuhan lagi dengan nubuat Yehezkiel. Diberinya urat dan daging, kemudian diberinya nyawa. Seterusnya firmanNya: "Karena Aku akan memberikan Rohku didalam kamu, supaya hiduplah pula kamu". Yang dimaksudkan dengan "Rohku" disini ialah "nyawa", bukan oktum Tuhan.

Dalam 1 Yahya 4:1-2, – tersebut:
(1) Hai segala kekasihku, janganlah percaya akan sebarang roh, melainkan ujilah segala roh itu, kalau-kalau daripada Allah datangnya; karena banyak nabi palsu sudah keluar keseluruh dunia.

(2) Dengan yang demikian dapatlah kamu mengenai Roh Allah, yaitu tiap-tiap roh, yang mengaku bahwa yesus Kristus sudah datang dengan keadaan manusia, itu daripada Allah.

(6) Kita ini dari pada Allah; dan orang mengenal Allah ialah men-dengarkan kita, maka orang bukan dari pada Allah tiadalah ia mendengarkan kita. Dengan yang demikian dapatlah kita mengenal kita. Dengan yang demikian dapatlah kita mengenal roh yang benar dan roh yang sesat itu.
Ds. Th. B.W.G. Gramberg menafsirkan ayat-ayat tersebut, katanya:

"Nasihat Yahya ialah supaya jangan jemaat Kristen menganggap setiap wahyu adalah pernyataan dari pada Allah, yang harus dipercayai. Jangan-jangan dalam jemaat Kristen ada orang yang memakai bahasa gaib, janganlah orang-orang Kristen terus bersedia menerima orang itu sebagai seorang utusan dari Tuhan Allah karena si Iblis gampang merusakkan sesuatu percakapan, sehingga dianggap menjadi wahyu. Jadi jemaat Kristen diajar mengajuk dan mengira segala wahyu dan nubuat yang akan terbit dalam kumpulannya".8)

Dr. Th. B.W.G. Gramberg telah menafsirkan bahwa yang dimaksudkan dengan Roh Allah disini ialah "wahyu" yang disampaikan oleh "seorang utusan dari pada Allah". Dengan penafsiran ini nyatalah bahwa nubuatan itu telah sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Ia sebagai utusan Tuhan datang membawa wahyu dari pada Allah yang disampaikan oleh malaikat Jibril. Wahyu itu adalah "keluar dari pada Allah", sesuai dengan keterangan yang tersebut dalam nubuatan itu, pasal 15 ayat 26.

Dalam pasal 14:16 disebutkan: "Ia akan mengurniakan kepada kamu Penolong yang lain" dan seterusnya. Menurut ayat ini Penolong itu akan dikurniakan kepada "kamu". Yaitu kepada murid-murid Yesus. Jadi bukan akan dikurniakan kepada orang-orang yang akan datang kemudian dari pada mereka. Dengan demikian nyatalah bahwa nubuat itu tidak dapat disesuaikan kepada kedatangan Nabi Muhamad s.a.w.

Mengenai hal ini haruslah diketahui bahwa perkataan "kamu" dalam ayat itu tidaklah dimaksudkan khusus kepada mereka yang hidup di zaman Yesus. Perkataan "kamu" yang demikian dapat dijumpai pada tempat-tempat yang lain dalam Injil dan dimaksudkan dengan dia orang-orang yang akan datang kemudian itu. Misalnya keterangan Injil Matius 24:64 yang berikut:
(64) Maka kata Yesus kepadanya: "Seperti kata tuan. Tetapi Aku berkata kepadamu, dari pada sekarang ini kamu anak nampak Anak Manusia duduk di sebelah kanan Kodrat, serta datang diatas awan dari langit".
Perkataan ini dihadapkan Yesus kepada orang-orang yang ada pada zamannya itu dengan menggunakan kata "kamu". Mereka yang diajak Yesus berbicara itu semuanya sudah mati. Sudah hampir dua puluh abad lamanya. Sedang mereka tidak melihat Yesus datang diatas awan dari langit. Maka perkataan "kamu" disini dimaksudkan orang-orang yang akan datang pada zaman Yesus datang kelak. Demikian pula perkataan "kamu" pada ayat tadi dimaksudkan orang-orang yang akan datang pada zaman Penolong itu datang kelak. Jadi arti perkataan: "Ia akan mengurniakan kepada kamu", yaitu kepada manusia atau kepada Bani Israil.

Dalam pasal 14:17 diterangkan: "Dunia tiada dapat menyambut oleh sebab tiada ia nampak Dia, dan tiada kenal Dia; tetapi kamu ini kenal Dia". Keterangan ini menyatakan bahwa nubuat itu tidak dapat disesuaikan kepada Nabi Muhammad s.a.w. karena orang nampak dan mengenal dia.

Mengenai keterangan ini harus diketahui bahwa yang dimaksudkan dengan katanya "tidak mengenal dia", yaitu tidak mengenal dia dengan sebenar-benar dan sesempurna-sesempurnanya. Perkataan yang seperti ini banyak dijumpai dalam ucapan Yesus. Dalam Matius 11:27 tersebut:
(27) Segala sesuatu sudah diserahkan kepadaku oleh Bapaku, dan seorangpun tiada mengenal Anak itu, hanyalah Bapa saja, dan seorangpun tiada mengenal Bapa itu, hanya Anak saja, dan lagi orang, yang hendak dinyatakan kepadanya oleh Anak itu.
Dalam Yahya 7:28 tersebut:
(29) ...Ia menyuruhkan Aku itu ada benar, yaitu yang tiada kamu kenal.
Dalam Yahya 8:19 tersebut:
(19) ...Kamu tidak kenal Aku, dan Bapakupun tidak. Jikalau kamu kenal Aku, niscaya kamu kenal Bapaku juga.
Dalam Yahya 14:9 tersebut:
(9) Kata Yesys kepadanya: "Hai Pelipus, sekian lamanya Aku bersama-sama dengan kamu, dan tiadalah engkau kenal Aku? Siapa yang sudah nampak Aku, ia sudah nampak Bapa. Bagaiamankah katamu: "Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami?""
Dalam ayat-ayat yang diatas ini telah disebutkan berulang-ulang perkataan "kenal". Yang dimaksudkan dengan kenal disini ialah kenal yang sempurna. Jika artinya ditafsirkan tidak demikian, jadilah semua perkataan yang tersebut pada ayat-ayat tadi tidak benar. Karena orang banyak adalah mengenal Yesus terutama pemimpin-pemimpin Yahudi, imam-imam dan murid-murid Yesus sendiri.

Demikian juga yang dimaksudkan dengan perkataan "tiada ia nampak dia", yaitu tiada nampak dengan sebenar-benarnya sehingga dapat mengenalinya sungguh-sungguh. Arti yang demikian telah dijelaskan dalam Matius 13:13 – 14 yang berikut:
(13) Oleh sebab itu Aku bertutur kepada mereka itu dengan perumpamaan, karena mereka itu melihat dengan tiada melihat, dan mendegnar dengan tidada mendengar atau mengerti.

(14) Demikian disampaikan bagi mereka itu sabda Nabi Yesaya, bunyinya: "Bahwa dengan pendengar kamu akan mendengar, tetapi sekali-kali kamu tiada akan mengerti. Dan dengan penglihatan kamu akan melihat tetapi sekali-kali tiada kamu nampak."
Dengan penjelasan ini nyatalah bawah nubuatan itu sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Dunia tidak mengenal dan nampak dia, adalah artinya tidak mengenal dan nampak dia dengan sebenar-benarnya dan sesungguh-sungguhnya.

Dalam pasal 14 ayat 17 tersebut: "Ia tinggal bersama dengan kamu, dan Ia akan ada didalam kamu". Ketearngan ini tidak dapat disesuaikan kepada Nabi Muhammad s.a.w.

Mengenai keterangan ini hendaklah diketahui bahwa yang dimaksudkan dnegan "ia tinggal bersama dengan kamu", ialah pada masa yang akan datang, bukan pada ketika itu. Diatas diterangkan bahwa perkataan "kamu" itu dapat dimaksudkan untuk orang-orang yang akan datang, tidak seharusnya untuk orang-orang yang hadir pada ketika Yesus berkata itu saja. Hal ini dibenarkan lagi oleh keterangan "Aku AKAN mintakan kepada Bapa" (14:16) dan "jikalau tiada Aku pergi, tiadalah Penolong itu AKAN datang kepada kamu" (16:7) dan keterangan yang lain-lain yang menyatakan bahwa Penolong itu belum ada lagi ketika itu, tetapi ia akan datang kemudian.

Dalam Kisah Rasul-Rasul 1:4-5 tersebut:
(4) Tatkala Yesus berhimpun dengan rasul-rasul, maka dipesankannya kepada mereka itu jangan meninggalkan Yerusalem, melainkan menantikan Perjanjian Bapa "yang kamu dengar dari Padaku itu".

(5) Karena Yahya membaptiskan orang dengan air, tetapi kamu ini akan dibaptiskan dengan Rohulkudus didalam sedikit hari lagi.
Ayat-ayat diatas ini menyatakan bahwa Yesus memesankan kepada murid-muridnya jangan meninggalkan Yerusalem karena menunggu Perjanjian Bapa yang akan membaptiskan mereka denagn Rohulkudus didalam sedikit hari lagi. Dengan demikian diketahui bahwa Perjanjian Bapa itu akan datang dizaman murid-murid Yesus, tidak akan datang dikemudian itu. Seterusnya diketahui bahwa Perjanjian Bapa itu telah dilaksanakan dengan kedatangan Rohulkudus kepada murid-murid Yesus pada hari Pantekosta, seperti yang diterangkan dalam Kisah Rasul-Rasul pasal 2. Dengan demikian nyatalah nubuatan itu tidak sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w.

Keterangan diatas ini tidak benar. Kedatangan Penolongan itu tidak dapat dihubungkan dengan roh yang turun merupakan lidah-lidah api pada hari Pantekosta yang tersebut dalam Kisah Rasul-Rasul pasal 2 itu. Keterangan mengenai ini akan dibicarakan lebih lanjut lagi.

Dalam hal ini hendaklah diketahui bahwa disini terdapat dua perjanjian yang berbeda, yaitu kedatangan Penolong dan kedatangan Perjanjian Bapa. Kedua-dua perjanjian itu akan dipenuhi. Injil Yahya menjanjikan akan kedatangan Penolong yang lain. Janji ini dipenuhi dengan kedatangan Nabi Muhammad s.a.w. Kisah Rasul-Rasul pasal 2 menjanjikan kedatangan Perjanjian Bapa yang tersebut juga dalam Lukas 24:49. Perjanjian Bapa itu telah dipenuhi dengan kedatangan roh kepada murid-murid Yesus pada hari Pantekosta.


PENDAPAT PIHAK KRISTEN DAN PENOLAKANNYA

Dalam Izhhar-ul Haqq disebutkan bahwa menurut orang Kristen Penolong itu telah datang pada zaman murid-murid Yesus. Hal kedatangannya itu telah diterangkan dalam Kisah Rasul-Rasul pasal 2, yaitu setelah Yesus dinaikkan ke langit. Dalam Kisah Rasul-Rasul, tersebut sebagai berikut:

Apabila sampai hari Pentakosta, maka mereka itu sekalianpun berhimpun bersama-sama.

Maka sekonyong-konyong turunlah dari langit suatu bunyi seolah-olah serbu angin yang besar, yang menumpatkan segenap rumah tempat mereka itu duduk.

Maka kelihatanlah keapda mereka itu beberapa lidah seperti api rupanya yang berbelah-belah, dan hinggap diatas tiap-tiap orang itu.

Maka mereka itu sekalianpun penuh dengan Rohulkudus, sehingga mereka itu mulai berkata-kata dengan berbagai-bagai bahasa, sebagaimana yang diilhamkan oleh Roh kepadanya akan bertutur.


PENOLAKANNYA

Apabila Penolong itu ialah Rohulkudus yang turun memenuhi murid-murid Yesus pada hari Pentakosta, maka ia tidak dapat disesuaikan dengan keterangan nubuatan yang menyebutnya dengan "Penolong yang lain" (14:16). Menurut orang Kristen Rohulkudus itu adalah oknum Tuhan yang satu zatnya dengan Allah Bapa dan Anak Allah. Dengan demikian ternyata bahwa ia bukan Penolong "yang lain".

Yesus menyebut: "akan mengingatkan kamu segala sesuatu yang Aku katakan kepadamu" (14:26). Apabila yang dimaksudkan dengan Penolong yang lain itu roh yang turun pada hari Pentakosta, maka keterangan ini tidak sesuai kepadanya. Karena tidak ada suatu jua keterangan dalam surat-surat Perjanjian Baru yang menyatakan bahwa murid-murid Yesus itu telah lupa apa yang diajarkan Yesus kepada mereka lalu roh itu datang mengingatkannya.

Yesus mengatakan: "ia akan menyaksikan akan halku" (15:25). Keterangan ini tidak sesuai kepada roh yang turun pada hari Pentakosta itu, karena ia tidak pernah memberikan kesaksian mengenai Yesus dihadapan seorang jua. Dan murid-murid yang dituruni roh itu tidak pula memerlukan penyaksian mengenai hal Yesus karena mereka lebih dahulu telah mengenalnya sebelum roh itu turun kepada mereka. Seterusnya roh itu tidak pula datang memberi kesaksian kepada orang banyak yanga tidak mengenal Yesus. Adapun Nabi Muhammad s.a.w. maka ia telah memberikan kesaksian yang selengkapnya tentang hal Yesus.

Yesus menerangkan: "jikalau tiada Aku pergi, tiadalah Penolong itu akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan menyuruhkan dia kepadamu" (16:7). Keterangan ini menyatkan bahwa kedatangan Penolong itu dihubungkan dengan kepergian Yesus. Apabila yang dimaksudkan dengan Penolong itu ialah Roh Kudus seperti yang ditafisrkan orang Kristen, maka roh itu telah pernah datang kepada rasul-rasul dihadapan Yesus ketika ia menyuruhkan mereka ke negeri-negeri Israil (Matius 10:20). Dengan demikian ternyata bahwa kedatangan roh itu tidak memerlukan Yesus harus pergi dahulu. Maka nyatalah bahwa Penolong itu bukan roh yang turun pada hari Pentakosta tersebut.

Yesus berkata: "Banyak lagi perkara yang Aku hendak katakan kepadamu, tetapi sekarang ini tiada dapat kamu menanggung dia" (16:12). Keterangan ini menolak bahwa yang dimaskudkan dengan Penolong itu ialah roh yang turun pada hari Pentakosta tersebut, karena roh itu tidak ada menambah suatu jua ajaran yang tidak dapat ditanggung mereka pada zaman Yesus. Bahkan sesudah turun roh itu, telah dihapuskan berbagai-bagai hukum Torat dan dihalalkan berbagai-bagai makanan yang haram.

Dari pada keterangan diatas jelaslah bahwa nubuatan itu tidak dapat disesuaikan kepada roh yang turun pada hari Pentakosta seperti yang diceritakan dalam Kisah Rasul-Rasul pasal 2 yang telah disalinkan diatas.

Perhatian: Nubuatan mengenai kedatangan Nabi Muhammad s.a.w. selain dari pada yang tersebut diatas masih banyak lagi dijumpai didalam Injil dan kitab-kitab Perjanjian Lama. Keterangan mengenai itu dapat dibaca dalam Izhhar-ul Haqq 2:131 – 166, Al Jawabus Shahih 3:299 – 322; 4:1 – 22 dan lain-lain.


NUBUAT IV
YESUS MENUBUATKAN KEDATANGAN NABI MUHAMMAD S.A.W. DALAM INJIL BARNABA

Dalam Injil Barnaba pasal 43 tersebut:
Sebenarnya aku berkata kepada kamu: Bahwa apabila tiap-tiap Nabi datang, maka ia membawa tanda rahmat Allah hanya kepada satu bangsa.

Karena itu ucapan mereka tidak melampaui bangsa yang diutus mereka kepadanya.

Akan tetapi apabila utusan Allah datang, Allah akan mengurniakan kepadanya sebagai cincin tangannya.

Maka ia akan membawa keselamatan dan rahmat bagi bangsa-bangsa dibumi yang menerima ajarannya.

Dan ia akan datang dengan kekuatan terhadap orang-orang yang zalim.

Dan ia menghapuskan penyembahan kepada berhala sehingga setan menjadi terhina.

Karena seperti inilah janji Allah kepada Ibrahim, firmanNya: Lihatlah sesungguhnya Aku akan memberkati segala suku-suku bangsa di bumi dengan turunanmu. Sebagaimana engkau, hai Ibrahim, telah menghancurkan akan berhala-hala, demikianlah turunanmu akan melakukannya.

Sahut Yakub: "Ya Guru, katakanlah kepada kami, dengan siapakah perjanjian ini dilakukan?"

Sebab orang Yahudi berkata: "Dengan Ishak".

Dan orang Ismail berkata: "Dengan Ismail".

Sahut Yesus: "Daud itu anak siapa, dan dari keturunan siapa?"

Sahut Yakub: "Dari Ishak, karena Ishak adalah bapa Yakub dan Yakub adalah bapa Yahuda yang Daud dari keturunannya."

Tatkala itu Yesus berkata: "Apabila utusan Allah itu datang, dari turunan siapakah dia?"

Sahut murid-murid itu: "Dari pada Daud"

Sahut Yesus: "Kamu jangan menipu diri kamu, Karena Daud memanggilnya dalam roh rabbi, katanya begini: "Friman Allah kepada rabbiku, duduklah disebelah kananku supaya Kujadikan musuh-musuhmu tempat berpijak kedua belah kakimu. Tuhan akan mengirimkan tongkatmu yang akan mempunyai kekuatan ke tengah-tengah musuhmu".

Apabila utusan Allah yang kamu namakan messia adalah anak Daud, maka apakah sebabnya Daud menamakannya rabbi.

Berkata benarlah kepadaku, karena aku mengatakan kebenaran kepada kamu, sesungguhnya janji itu diperbuat dengan Ismail, tidak dengan Ishak.

Dalam Injil Barnaba pasal 72 tersebut:
(7) Ketika itu menangilah rasul-rasul, sambil kata mereka: Ya Guru, apakah sebabnya tuan meninggalkan kami, karena lebih baik kami mati dari pada tuan meninggalkan kami.

(8) sahut Yesus: Janganlah goncang hati kamu dan janganlah takut.

(9) Karena bukan aku yang menjadikan kamu, tetapi Allah yang telah menjadikan kamu akan melindungi kamu.

(10) Adapun mengenai diriku, maka kedatanganku adalah untuk menyediakan banyak nabi-nabi palsu, mereka mengambil perkataanku dan mengotori Injilku.

(12) Ketika itu berkatalah Andereas: Ya Guru, sebutkanlah kepada kami suatu tanda supaya kami mengenal dia.

(13) sahut Yesus: Sesungguhnya ia tidak datang dalam masa kamu, tetapi ia akan datang beberapa tahun kemudian kamu, ketika Injilku dirusakkan dan hampir tidak dijumpai lagi tiga puluh orang yang beriman.

(14) Pada waktu itu Allah mengasihani akan dunia, Ia lalu mengutus rasulNya yang awan putih akan menetapi diatas kepalanya, mengenal akan dia seorang pilihan Allah. Dan Ia akan melahirkannya ke dunia ini.

(15) Ia akan datang dengan membawa kekuatan yang besar mengalahkan orang-orang jahat dan menghancurkan penyembahan berhala dari dunia.

(16) Dan aku akan bergembira dengan yang demikian karena dengan perantaraannya akan diberitahukuan dan dimuliakan Allah dan akan dinyatakan kebenaranku.

(17) Dan ia akan mengbukum orang yang mengatakan bahwa aku lebih bear dari seorang manusia.

(18) ...

(19) Apabila orang telah mempersaksikan penyembahan berhala telah berguguran ke bumi dan telah diakui orang bahwa aku adalah manusia seperti manusia yang lain, maka sesungguhnya aku berkata kamu bahwa pada ketika itu Nabi Allah itu datang.

Dalam Injil Barnaba pasal 96 tersebut:
Tatkala telah selesai mendoa, berkatalah imam itu dengan kuat suaranya: "Berhentilah, hai Yesus, karena kami perlu hendak mengetahui, siapakah engkau, untuk menenteramkan bangsa kami".

Sahut Yesus: "Aku Yesus anak Maryam dari keturunan Daud, seorang manusia yang akan mati yang takut kepada Allah; dan aku meminta supaya penghormatan dan pemuliaan tidak diberikan melainkan kepada Allah".

Sahut imam itu: Sesungguhnya tertulis dalam kitab Musa bahwa Tuhan kita akan menyuruhkan Messias yang akan datang kepada kita supaya ia mengabarkan kepada kita apa yang dikehendaki Allah dan ia akan datang ke dunia membawa rahmat Allah.

Karena itu aku mengharapkan supaya engkau sebutkan kepada kami yang sebenar-benarnya, apakah engkau Messias Allah yang kami tunggu-tunggu kedatangannya?"

Sahut Yesus: "Sesungguhnya Allah berjanji demikian, tetapi aku bukanlah dia. Karena ia dijadikan lebih dahulu dari padaku dan akan datang kemudianku.

Sahut imam itu: Bagaimanapun jua kami percaya dari perkataanmu dan tanda-tandamu, bahwa engkau adalah nabi dan orang suci Allah.

Oleh karena itu aku mengharapkan kepadamu atas nama semua orang Yahudi dan Israil, hendaklah engkau jelaskan kepada kami karena kecintaan kepada Allah, dengan cara bagaimanakah Messias akan datang.

Sahut Yesus: Demi Allah yang hidup, yang aku berdiri dihadapanNya, sesungguhnya aku bukan Messias yang ditunggu-tunggu oleh semua suku-suku bangsa di bumi seperti yang telah dijanjikan Allah kepada bapa kita Ibrahim, katanya: Dengan keturunanmu akan Kuberkati segala suku-suku bangsa di bumi.

Akan tetapi ketika aku diambil Allah dari dunia, setan akan membangunkan sekali lagi percobaan yang terkutuk ini, yaitu ia akan membawa orang yang tidak takut kepada Tuhan mempercayai bahwa aku Allah dan anak Allah.

Maka sebab itu dikotorilah perkataanku dan ajaranku hingga hampir tidak ada tinggal lagi tiga puluh orang yang beriman.

Pada ketika itu Tuhan mengasihani akan dunia dan diutusnya rasulNya yang karenanya, Dia telah menjadikan segala sesuatu.

Ia akan datang dari sebelah selatan dengan kekuatan dan ia akan menghancurkan berhala-berhala dan penyembah-penyembah berhala.

Ia akan mencabut kekuasaan setan atas manusia.

Ia akan datang membawa rahmat Allah untuk menyelematkan orang-orang yang beriman.

Dan orang yang beriman kepada perkataannya akan diberkati.

Dalam Injil Barnaba pasal 97 tersebut:
Maka pada ketika pada ketika itu imam itupun berkata: "Apakah yang dinamakan Messias dan apakah tanda yang memberitahukan kedatangannya?"

Sahut Yesus: Sesungguhnya nama Messias itu ajaib, karena Allah sendiri yang memberikan nama itu tatkala telah dijadikanNya dirinya dan diletakkanNya dia ditempat yang indah di langit.

Firman Allah: Sabarlah hai Muhammad, sesungguhnya karena engkaulah aku hendak menjadikan surga dan dunia dan makhluk yang banyak yang akan kuberikan kepadamu sehingga siapa yang memberkati engkau adalah ia mendapat berkat dan siapa yang mengutuk engkau adalah ia terkutuk.

Dan apabila Aku mengutus engkau kepada dunia, Aku akan menjadikan engkau utusanKu untuk memberi keselamatan dan jadilah ucapanmu itu benar sehingga langit dan bumi bisa lemah tetapi imanmu tidak akan lemah selama-lamanya.

Bahwa namanya yang diberkati itu ialah Muhammad.

Pada ketika itu orang banyak itu mengangkatkan suaranya, katanya: "Ya Allah, utuslah kepada kepada kami rasulMu; ya Muhammad, datanglah segera untuk menyelamatkan dunia!"

Dalam Injil Barnaba pasal 163 tersebut:
Sahut murid-murid itu: Ya Guru, Siapakah gerangan laki-laki yang tuan katakan tentang halnya, yang akan datang ke dunia ini?

Sahut Yesus dengan hati yang gembira: Sesungguhnya ia Muhammad utusan Allah.

Dan apabila ia datang ke dunia, maka ia akan menjadi sebab terwujudnya perbuatan-perbuatan yang baik diantara sesama manusia dengan sebab banyak kasih sayang yang dilakukannya.

Seperti hujan menjadikan bumi mengeluarkan buah setelah hujan lama terputus.

Maka ialah awan putih yang penuh dengan rahmat Allah, yaitu rahmat yang ditaburkan Allah mencucuri orang-orang yang beriman sebagai hujan.

Dalam Injil Barnaba pasal 212 tersebut:
Ya Rabb, Tuhan yang dengan pertolonganMu diperoleh segala keperluan yang menjadi hajat bagi bangsamu Israil, ingatlah semua suku-suku bangsa di bumi yang telah Engkau berjanji akan memberkatinya dengan utusanMu yang telah Engkau jadikan dunia ini karenanya.

Kasihanilah dunia ini, dan segerakanlah mengutus rasulMu supaya ia menghapuskan kerajaan setan, musuhMu.

Setelah selesai Yesus dari padanya, iapun berkata tidak kali: "Hendaklah jadi seperti ini, ya Tuhan yang maha besar, yang pengasih".

Mereka semuanya menyahut dengan menangis: "Hendaklah jadi seperti ini!", hendaklah jadi seperti ini! kecuali Yudas karena ia tidak percaya sedikit jua.

Dalam Injil Barnaba pasal 220 tersebut:
Ketika itu penulis lalu bertanya: Ya Guru, apabila Allah itu pengasih, maka apakah sebabnya kami disiksaNya hingga seperti ini, sehingga kami mempercayai tuan telah mati.

dan ibu tuan telah menangisi tuan sehingga ia hampir mati.

Dan Allah membiarkan tuan mendapat malu terbunuh diantara pencuri-pencuri diatas bukit Tengkorak sedang tuan orang suci Allah.

Sahut Yesus: Percayalah kepadaku, hai Barnaba, sesungguhnya Allah menyiksa atas tiap-tiap kesalahan meskipun bagaimana kecilnya dengan siksa yang besar, karena Allah benci kepada kesalahan.

Maka karena itu, tatkala ibuku dan murid-muridku yang dipercayai dan bersama-sama dengan aku amat sedikit kecintaannya kepadaku sebagai cita dunia, Tuhan yang maha Baik hendak menyiksa sebab cinta ini dengan mendatangkan duka-cita sekarang supaya Ia nanti tidak menyiksanya dengan nyalaan api neraka.

Tatkala orang sudah memanggil aku Allah dan anak Allah sedang aku di dunia tidak demikian, Tuhan berkehendak supaya orang memperolok-olokkan aku didunia ini dengan kematian Yudas yang dipercayai mereka sesungguhnya aku yang telah mati diatas salib agar setan tidak memperolok-olokkan aku pada hari penghukuman kelak.

Dan ini akan tinggal tetap hingga datang Muhammad, utusan Allah, yang jika ia datang membukakan penipuan ini kepada orang-orang yang beriman kepada hukum-hukum Tuhan.

Sesudah Yesus mengucapkan ini, lalu katanya: Sesungguhnya Engkau adil, ya Rabbi, Tuhan kami, karena bagiMu sendiri kehormatan dan kemuliaan yang tidak berkesudahan.

Demikianlah sebagian dari nubuat tentang kedatangan Nabi Muhammad s.a.w. yang tersebut dalam Injil Barnaba. Seterusnya nubuatan yang lain-lain yang tersebut dalam Injil itu dapat dibaca dalam pasal 34, 41, 42, 54, 82, 112, 136 dan 206. Oleh karena nubuatan-nubuatan yang tersebut diatas sudah cukup jelas, tidak memerlukan keterangan lagi.