22.8.11

Tentang Isa ibnu Maryam...

Penciptaan Isa 'alaihissalam sama halnya dengan penciptaan Adam a. s. ...
 
  • Maryam berkata: "Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun." Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): "Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: 'Jadilah', lalu jadilah dia." [Ali 'Imran 47]
  • Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Kun fayakun (jadilah)" seorang manusia), maka jadilah dia. [Ali 'Imran 59]

Isa 'alaihissalam adalah seorang hamba sekaligus rasul (utusan) Allah yang membenarkan kitab dan rasul sebelumnya serta mengabarkan tentang akan datangnya seorang rasul setelah Beliau...
 
  • Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi, ... [Maryam 30]
  • Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan(1). Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu). [Al Maa'idah 75] ...(1) Maksudnya: bahwa Isa a.s. dan ibunya adalah manusia yang memerlukan apa yang diperlukan manusia, seperti makan, minum dan sebagainya. 
  • Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." ... [Ash Shaff 6]
  • Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu(1), dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya(2) yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara. [An Nisaa' 171] ...(1) Maksudnya: janganlah kamu mengatakan Nabi Isa a.s. itu Allah! ...(2) Maksudnya: membenarkan kedatangan seorang nabi yang diciptakan dengan kalimat kun (jadilah) tanpa bapak yaitu nabi Isa a.s. 


Isa Al Masih tidak disalib...
(Allah swt Maha Berkehendak, mudah bagi Allah swt untuk menyerupakan seseorang dengan Isa 'alaihissalam)

  • Dan karena kekafiran mereka (terhadap Isa) dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zina), dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka. [An Nisaa' 156-159]

...dst dst...
Wallahu'alamu...

Download Quran & Terjemahannya
Jelajahi & dapatkan sesuatu!
InsyaAllah...



 Mintalah fatwa kepada hati dan jiwamu. Kebajikan ialah apa yang menyebabkan jiwa dan hati tentram kepadanya, sedangkan dosa ialah apa yang merisaukan jiwa dan menyebabkan ganjalan dalam dada walaupun orang-orang meminta atau memberi fatwa kepadamu. (HR Muslim)

4 komentar:

  1. Menurut Quran tersebut, ternyatalah bahwa memang telah terjadi peristiwa "seseorang
    telah disalib dan mati' tetapi tidak dipastikan siapa yang mati itu. Quran menyangkal
    bahwa yang mati itu adalah Isa Al-masih, atau Jesus Kristus. Ada yang mengatakan
    bahwa yang disalib dan mati itu, adalah Yahuza atau Yudas.
    2. Menurut Quran itu juga dikatakan bahwa ada orang-orang memang mengatakan
    dengan yakin. Bahwa sesungguhnya mereka telah "membunuh Jesus" itu. Sekarang saya
    harus mencari keterangan yang meyakinkan, siapakah sebenarnya yang disalib dan mati
    itu, Jesus atau orang lain.
    Untuk mendapatkan keterangan ini, kita haruslah mencari bukti suatu dokumentasi
    sejarah yang objektip. Hal ini adalah Alkitab, merupakan dokumentasi yang terbuka yang
    dapat menjadi bahan informasi. Cerita mengenai kematian Jesus di kayu salib itu,
    terdapat dalam empat Injil yang masing-masing ditulis oleh Matius, Markus, Lukas dan
    Yohanes. Kesaksian dari 4 penulis Injil ini adalah merupakan kesaksian mata yang
    mereka lihat dan alami sendiri. Kalau kita berpijak kepada ketentuan hukum bahwa
    kesaksian 2 atau 3 orang yang melihat sendiri dalam sesuatu peristiwa, sudah cukup
    bahwa sesuatunya itu diteguhkan sebagai hal yang benar secara hukum. (Ulangan 17:
    6--7). Sebab itu kesaksian dari 4 penulis Injil ini yang mereka masing-masing melihat
    sendiri tentang benarnya terjadi itu peristiwa Jesus disalib dan mati, adalah merupakan
    kesaksian yang benar dan syah serta meyakinkan kebenarannya dapat dipercaya,
    dibandingkan dengan kesaksian Al-Quran atau Muhammad yang ditulis sesudah enam
    abad kemudian dengan hanya merupakan dugaan-dugaan yang tidak meyakinkan, karena
    memang tidak menyaksikan sendiri. Kesaksian yang lain dapat juga ditambahkan, bahwa
    waktu Jesus dinyatakan mati oleh kepala pasukan, maka Yusuf Arimatea datang kepada
    Pontius Pilatus untuk meminta mayat tersebut untuk dikuburkan. Permintaan itu
    dikabulkan (Markus 15:41-46). Seandainya yang diturunkan dari Salib itu bukan Jesus,
    pastilah Yusuf Arimatea menolaknya atau memberikan keterangan ketidak benarannya
    itu. Bukti lain lagi, adalah orang-orang Yahudi meminta kepada Pontius agar kuburan
    Jesus dijaga. Permintaan inipun dikabulkan. Seandainya yang dikuburkan itu bukan Jesus,
    tidaklah mungkin orang-orang Yahudi itu menjagai kuburanNya-itu. Hal ini terjadi,
    karena Jesus pernah mengatakan bahwa pada hari ketiga Ia akan bangkit hidup kembali
    diantara orang mati. Bukti lain lagi, bahwa jika sekiranya yang disalib itu 1bukan Jesus,
    tidaklah mungkin Ia dapat mengeluarkan kata-kata yang penuh kasih sebagai aslinya
    tabiat Jesus, misalnya: "Bapa ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang
    mereka perbuat dan kalimat: "Sudah Genap" (Tetelestai). Ini semua membuktikan bahwa
    yang mati tersalib itu tidaklah lain daripada Jesus Kristus sendiri. Dengan demikian,
    maka sampailah saya kepada kesimpulan yang meyakinkan bahwa "yang disalib dan
    mati" seperti yang diwartakan dalam Quran s. An Nisaa
    157, tidaklah diragukan lagi, ialah Jesus-sendiri, bukan orang lain, bukan Jahuza, juga
    bukan Yudas. Karena kesaksian mata dari 4 penulis Injil itu adalah cukup meyakinkan,
    syah dan benar.

    BalasHapus
  2. Terimakasih Anda telah mengomentari tentang "Isa Al Masih tidak disalib..."

    BalasHapus
  3. Kalau dengan disalibnya Yesus untuk menebus dosa-dosa orang yang percaya dirinya adalah Tuhan, seharusnya Yesus tentunya tidak perlu ditangkap, tapi seharusnya dirinya meminta sendiri untuk disalib demi menebus dosanya orang2 tersebut.Dan kalian banyak berterimakasihlah kepada meraka yg menyalibnya karena berkat jasa mereka, Yesus disalib :)

    Padahal bukanlah Yesus, buktinya mana?

    1. Matius 27:46 " kira2 jam 13 berserulah Yesus dengan suara nyaring : Eli, Eli lama sabakhtani? Yang artinya : Tuhan-tuhan apa sebab engkau meninggalkan Aku?!".

    2.Yesus tidak ingin ditangkap malah justru Yesus mengajak pergi murid2nya . Lihat MArkus 14:42 "Bangunlah kamu, marilah kita pergi, tengok orang yang menyerahkan Aku sudah dekat".

    Jika anda percaya kepada penulis Injil itu dikarenakan mereka melihatnya, nah seharusnya semua menjadi tanda tanya, sebab apa, karena kesaksian sang penulis Injilpun berbeda, coba lihat :
    Markus 14:46 "Maka mereka memegang Yesus dan menangkap-NYa" sedangkan Yohannes 7:44 "Beberapa orang diantara mereka mau menangkap Dia, tetapi tidak ada seorangpun yang berani menyentuhNya. "

    Nah, mana yang benar?

    Yohannes 7:34 : Kamu akan mencari Aku, tetapi tidak akan bertemu dengan Aku, sebab kamu tidak dapt datang ke tempat dimana Aku berada"..

    Jadi dimana Yesus?

    Lihat Yohannes Pasal 7:33
    Maka kata Yesus: 'Tinggal sedikit waktu saja Aku ada bersama kamu dan sesudah itu Aku akan pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku".

    Bagaimana Yesus Pergi? Lihat Lukas 24:16 "Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia"

    Ayat ini menunjukkan bahwa dengan mujizat dari ijin Allah yang mengutusnya, Yesus sanggup melepaskan dirinya dari penangkapan tersebut.

    BalasHapus
  4. Lukas 4:29 dan 30 menyebutkan : Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu. Tetapi ia berjalan lewat dari tengah mereka lalu pergi.

    Ayat ini menggambarkan Yesus dapat lolos dari kepungan mereka dengan mukjizat yg atas ijin Allah diberikan kpdnya.

    Selain itu perbedaan penulis Injil dapat juga dilihat di :

    Yohanes Pasal 19 ayat 16 &17 : Maka Pilatus menyerahkan Yesus kepada mereka untuk disalibkan. Mereka mengambil Yesus, lalu membawa Dia pergi. Yesus keluar dengan memikul sendiri salib-Nya ke tempat yg bernama "Tempat Tengkorak" (Golgota).

    Sedang Matius 27:32 Ketika mereka bejalan ke luar kota, mereka berjumpa dengan seorang dari Kirene yg bernama Simon. ORang itu mereka paksa untuk memikul saliib Yesus.


    Jadi mana yg benar? siapa yg memikul salib? Yesus atau Simon?

    Matius 27 ayat 3,4, dan 5 "pada waktu Yudas, menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang tiga puluh perak itu kepada iman-imam kepala dan tua-tua dan berkata :"Aku telah berdosa karena menyerahakn darah orang yang tak bersalah ."Tetapi jawab mereka :"Apa urusan kami dengan itu?Itu urusanmu sendiri!" Maka iapun melemparkan uang itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri"

    Kisah Para Rasul Pasal 1 ayat 17 dan 18
    "Dahulu termasuk bilangan kami dan mengambil bagian dari pelayanan ini. Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya , lalu ia jatuh terlungkup dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah keluar.

    Lihat kedua kasus di atas, menunjukkan ayat perselisihan yg mencolok. Kalau kitab suci yg datangnya dari Tuhan, seharusnya tidak ada dan tidak boleh yg namanya perselisihan. Kebenaran mana yg ditampakkan jika didalamnya telah banyak perselisihan?

    Surat Kepada Orang Ibrani pasal 5 ayat 7 :
    "Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan.

    Inilah ayat yg menunjukkan Yesus berdoa kepada Tuhan, memohon diselamatkan dari mati oleh Tuhan dikabulkan. Berdasarkan doanya Yesus maka jelaslah Yesus tidak mati melainkan diangkat ke langit dalam keadaan hidup.Jadi Yesus belum pernah mati, baik dibunuh maupun di salib.


    Wallahu'alam bissawab

    BalasHapus